Senin, 18 Juni 2018

,
Filemon 1:8-22

Pemulihan hubungan hanya bisa dikerjakan oleh kasih. Hubungan serusak apa pun, bisa diperbaiki oleh kasih. Mengampuni adalah salah satu bentuk nyata tindakannya. Saat menjadi tawanan di Roma, Paulus bertemu dengan Onesimus. Ia adalah budak yang melarikan diri dari tuannya, Filemon, sahabat yang dipimpin Paulus kepada Kristus (ay. 9). Paulus memenangkan Onesimus kepada Kristus dan menyuruhnya untuk kembali kepada Filemon di Kolose (Kol. 4:9). Menurut hukum Romawi, Onesimus bisa dihukum mati karena kejahatannya. Namun, Onesimus telah menjadi saudara seiman dalam Kristus. Paulus ingin Filemon dan Onesimus mengalami pemulihan hubungan. Hubungan mereka di dalam Kristus bukan lagi antara seorang majikan dan hambanya, melainkan sebagai saudara yang kekasih (ay. 16).

Kalau saat ini hubungan kita rusak dengan seseorang, sesakit dan sejahat apa pun orang itu pernah melukai, hubungan itu tetap bisa dipulihkan saat kita mau mengasihi dan mengampuni. Jangan menunggu besok atau orang itu datang menghampiri, tetapi lakukan pemulihan sesegera mungkin. Kalau perlu sekarang. Ketika kita mau taat kepada kehendak Tuhan, kita pasti bisa dan bertindak.

Senin, 23 April 2018

,
Sebuah grup pujian dan penyembahan yang sering kita kenal dengan nama Planetshakers baru saja merilis album terbaru mereka. Grup yang berbasis di Melbourne Australia ini membuat gebrakan baru untuk album anyar mereka hanya dengan empat lagu di dalamnya. Mungkin inilah bentuk perkembangan jaman, dimana diera jaman now sangat jarang orang dengerin lagu sampai selesai secara full satu album yang berisi sepuluh atau lebih. Pastinya orang jaman now akan membuat daftar putar sendiri pada gawai mereka. Inilah yang mungkin mendasari mereka mengeluarkan album mini bertajuk Heaven On Earth yang rilis pada 6 April 2018.

Menurut dari sosial media mereka, album ini direkam secara live pada konser Planetshakers di Indonesia, Filipina, Malaysia dan Singapura. Tapi mohon maaf sampai sekarang saya coba cari info untuk lagu yang mana yang di Indonesia belum ketemu jawabannya, kalau ada temen-temen yang tahu bolehlah ya saya di kasih tahu. Jika dilihat dari perekamannya yang diambil sekitar awal tahun kemarin berarti kemungkinan yang di Indonesia pas konser di Bandung 17 Januari 2018.

Untuk album mini ini secara total durasinya tidak lebih dari 30 menit, dan sepertinya ini akan pas bagi kita yang merindukan saat teduh pujian dan penyembahan kala Ibadah.Tersirat jelas dimana mereka ingin menunjukan 'pesta pujian'. Tarian, lompatan, jeritan, tangisan melengkapi disetiap lagu dalam sebuah album. Lirik yang begitu dalam dan aransemen musik yang menghentak menandai karakter yang kuat dari Planetshakers, grup yang memang punya visi menjangkau anak muda. Berikut daftar lagu dalam album Heaven On Earth:
1. There Is No One Like You
2. The Greatest
3. Above All Names
4. No Alone


Dengan rilisnya album ini mereka siap melakukan konser yang rencananya akan di mulai bulan Mei 2018 dan berakhir di bulan Agustus 2018. Tanggal 12 - 20 Mei mereka akan berkunjung di India dan Eropa, untuk Amerika Serikat dan Amerika Selatan pada 21 Juni - 1 Juli, setelah itu mereka menuju Afrika Selatan 13 - 22 Juli dan kembali ke Asia tanggal 3 - 19 Agustus.

Sebagai penutup, Om Evans Rusell, gembala senior Gereja Planetshakers berkata :"Dimana penyembahan Allah yang benar pada dasarnya adalah masalah hati dan roh yang berakar pada pengetahuan Firman Tuhan, pujian adalah ekspresi lahiriah dari apa yang ada didalam hati."


Postingan Terkait

,
2 Samuel 17:1-4

Tuba adalah tumbuhan rambat yang digunakan untuk meracun ikan atau serangga. Jika akarnya ditumbuk lalu dicampur dengan air, hasilnya adalah cairan berwarna mirip susu. Itu sebabnya ada peribahasa berbunyi "Air susu dibalas dengan air tuba" (kebaikan dibalas dengan kejahatan).

Daud tidak bersedia membunuh Saul sekalipun ia memperoleh kesempatan emas untuk melakukannya. Dua kali malah. Ia tidak mau menjamah orang yang diurapi oleh Allah. Sikap yang luar biasa! Kita mengira kebaikannya ini membuahkan balasan yang setimpal.

Bertahun-tahun kemudian putra kandungnya sendiri ingin menggulingkan takhtanya. Absalom setuju saat Ahitofel, sahabat baik ayahnya, hendak memburu dan menghabisi nyawa Daud walaupun mereka tahu bahwa Daud adalah raja yang diurapi oleh Allah sendiri. Kita bisa membayangkan betapa sesaknya perasaan Daud saat itu, terutama karena yang ingin menewaskannya adalah orang-orang yang dekat dengannya. Ia menangis, menyelubungi kepalanya, dan berjalan tanpa kasut (2Sam. 15:30).

Kita mungkin pernah mengalami apa yang terjadi pada Daud: melakukan kebaikan dan mendapatkan balasan yang buruk. Di manakah keadilan? Akankah Allah berdiam diri melihatnya? Tidak. "TUHAN memperlakukan aku sesuai dengan kebenaranku; Ia membalas kepadaku sesuai dengan kesucian tanganku" (2Sam. 22:21). Sebagaimana Allah memulihkan takhta Daud, Dia juga akan memulihkan kita. Kita patut terus berbuat baik; bukan karena mengharapkan balasan setimpal, melainkan karena hal itu menyenangkan Allah.

Perbuatan baik tidak dapat melindungi kita, Allah itulah perisai dan perlindungan kita.

Jumat, 20 April 2018

,
Kitab ini melanjutkan kisah tentang kerajaan Israel dan Yehuda beberapa saat sebelum kematian Elia, dan diteruskan sampai Israel dihancurkan dan Yehuda dibuang ke Babel. Diceritakannya kembali kisah Elia dalam 2 Raja-Raja mengingatkan kita bahwa kitab ini merupakan bagian kedua dari satu kitab Raja-Raja yang utuh.

Tidak ada alasan yang jelas mengenai pembagian kitab menjadi 1 dan 2 Raja-Raja, tetapi oleh karena panjang kedua kitab hampir sama, kemungkinan hal itu dilakukan untuk mempermudah penulisan dalam 2 gulungan.
Kitab 2 Raja-Raja terdiri dari 25 Pasal, 719 Ayat.

Kitab ini terdiri dari dua bagian:
1.    Kisah sejarah dari kedua kerajaan itu mulai pertengahan abad ke-9 SM sampai jatuhnya Samaria dan berakhirnya kerajaan utara pada tahun 721 SM.
2.    Kisah sejarah kerajaan Yehuda mulai dari jatuhnya kerajaan Israel sampai pengepungan dan penghancuran Yerusalem oleh Nebukadnezar raja Babel pada tahun 586 SM.

Kitab ini diakhiri dengan kisah tentang Gedalya, yang menjadi gubernur Yehuda di bawah kekuasaan bangsa Babel, dan dibebaskannya Yoyakhin raja Yehuda dari penjara di Babel. Hancurnya Yerusalem dan dibuangnya banyak orang Yehuda ke Babel merupakan salah satu titik balik yang besar dalam sejarah Israel.

Nabi yang menonjol dalam kitab 2 Raja-Raja ialah Elisa, pengganti Nabi Elia. Kitab 2 Raja-Raja menggambarkan jatuhnya kerajaan yang terpecah itu. Para nabi berulang kali menghimbau bangsa Israel bahwa penghakiman Allah sudah ada di ambang pintu, tetapi mereka tetap saja tidak bertobat. Kerajaan Israel berulang kali dikuasai raja yang jahat, walaupun ada beberapa raja Yudea yang baik, sebagian besar dari mereka mengalihkan bangsa itu dari penyembahan kepada Allah. Beberapa pemimpin yang baik, bersama Elisa dan nabi lainnya, tidak dapat menghentikan kejatuhan bangsa mereka. Kerajaan Utara, Israel akhirnya dibinasakan oleh kerajaan Asyur. Kerajaan Selatan, Yudea dikalahkan oleh kerajaan Babel.

Postingan Terkait

,
Nehemia 2:1-10

Betapa mudah mengagumi hal yang baru. Berkunjung ke gereja lain, misalnya. Bisa jadi kita kagum akan gedungnya yang megah, sambutan jemaat yang ramah, atau paduan suara yang indah. Sebaliknya, tanpa sadar begitu mudah kita mencela gereja sendiri. Sebagai warga, mestinya kita ikut membenahi dan melayani.

Menanggapi kabar tentang runtuhnya tembok Yerusalem, Nehemia merasa sangat terbeban. Sekalipun tinggal dan bekerja di tempat yang jauh sebagai juru minuman raja, ia tetap peduli akan nasib kotanya. Ia mempergumulkan masalah itu dalam doa. Setelah memohon petunjuk Tuhan dan memiliki rancangan yang matang, Nehemia memberanikan diri berbicara kepada raja dengan risiko dihukum mati. Ia berhasil karena mengandalkan kedaulatan dan kekuasaan Tuhan, serta menggunakan akal, pikiran, dan kesediaannya untuk memberi diri terlibat secara aktif.

Daripada hanya memuji-muji gereja tetangga dan mengabaikan gereja sendiri, kita dapat belajar dari mereka. Bukan untuk bersaing, melainkan supaya gereja kita bertumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu! Gereja tidak membutuhkan orang yang suka mengkritik, tetapi mereka yang mau mendukung dalam berbagai bentuk (doa, waktu, tenaga, dan dana).

Dukungan ini dapat kita lakukan jika kita memiliki modal dasar utama, yakni spiritualitas yang baik. Spiritualitas yang baik menumbuhkan kepekaan dan kepedulian sehingga kita merasa terbeban, sepenanggungan, dan mau melibatkan diri secara aktif dalam membangun gereja melalui doa dan kerja nyata.

Mengandalkan kedaulatan dan kekuasaan Allah bukan berarti hanya menanti, melainkan juga memberdayakan akal dan pikiran.

Postingan Terkait

Kamis, 19 April 2018

,
Di penghujung tahun 2016 telah rilis sebuah film bergenre drama action berdasarkan kisah nyata yang mampu menyabet sederet penghargaan bergengsi. Bahkan sekitar kurang lebih 46 penghargaan untuk film maupun individu yang ada difilm tersebut telah diboyongnya dari 111 nominasi di berbagai macam kategori di seluruh penghargaan dunia. Melihat begitu banyak pencapaiannya sudah pasti ini film bukanlah film receh dan sepertinya sayang jika kita lewatkan.

Temen-temen masih pada ingat film The Passion of the Christ? Untuk film ini sama dengan film tersebut disutradarai oleh Om Mel Gibson. Untuk para pemainnya Om Gibson pun juga gak maen-maen, menggandeng nama-nama yang cukup familiar didunia perfilman. Seperti Andrew Garfield tokoh utama di film ini juga membintangi film The Amazing Spiderman sebagai Peter Parker tokoh utama di film itu, Hugo Weaving pemeran Megatron (suara) di film Transformers, Sam Worthington pemeran Jake Sully di film Avatar (pasti penggemar avatar tahulah ya dengan om yang satu ini). Oia hampir kelewatan gak kesebut, mbak Teresa Palmer yang maen di film I am Number Four begitu hot difilm ini hahaha.. apalagi pas mengenakan baju perawat, meskipun bajunya tidak terbuka namun pembawaannya itu lho, beh.. bikin meleleh.. mau donk mbak aku disuntik juga hihihi.. Jangan heran jika mayoritas pemain merupakan orang Inggris atau Australia, semua ini dikarenakan untuk menekan biaya produksi yang membengkak dan agar memenuhi syarat untuk mendapatkan subsidi dari pemerintah Australia. Jika kita melihat biaya produksi hanya $40 juta sepertinya tidak berbanding lurus dengan kualitas ini film, ternyata ini alasannya.

Sebenarnya sebelum tayang secara luas film ini telah tayang terlebih dahulu di Festival Film Vanesia (festival film tertua didunia) pada 4 September 2016 baru kemudian menyusul tanggal 3 & 4 November 2016 tayang di Australia dan Amerika. Penghargaan tersendiri didadat saat pemutaran film ini di Festival Film Vanesia, kala itu mendapat tepuk tangan meriah yang berlangsung sampai 9 menit 48 detik.

Secara garis besar film ini bercerita tentang anak muda desa bernama Desmond Doss (Andrew Garfield), dia merupakan jemaat dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Dia hidup ditengah keluarga yang penuh dengan gejolak, ayahnya yang seorang veteran begitu dihantui oleh kekerasan perang dunia pertama dan menjadikannya pecandu alkohol, hal inilah yang membuat seisi rumah menjadi gak karu-karuan. Ketika kedua orang tuanya bertengkar, Doss begitu membela ibunya dan hampir saja membunuh ayahnya, dan atas kejadian itu Doss berjanji kepada Tuhan bahwa dia tidak akan menyentuh senjata atau mengambil nyawa orang. Saat Doss bersih-bersih Gereja mengelap kaca, terjadi insiden (ono wong ketiban mobil) didepan Gereja dan Doss membawanya ke Rumah Sakit, waktu itulah dia ketemu dengan Dorothy (Teresa Palmer). Sejak saat itu mereka menjalin hubungan lebih intens.


Ketika perang dunia ke dua pecah, Doss terpanggil untuk bergabung menjadi tentara. Nah disinilah masalah besar terjadi, namanya seoarang tentara dia dituntut untuk memegang senjata, namun karena janjinya kepada Tuhan untuk tidak memegang senjata akhirnya dia didakwa menentang atasan dan harus menerima hukuman. Doss dilihat sebagai tentara yang tidak berguna dan membahayakan bagi divisi infanteri, dia di bully habis-habisan, dipenjarakan bahkan harus diadili hingga pengadilan militer, namun Doss berpegang teguh pada keyakinan pribadinya dan mengungkapkan keinginan untuk menyelamatkan nyawa sebagai tenaga medis. Sebelum pengadilan memutuskan atas dakwaan kepada Doss, ayah Doss yang veteran datang membawa surat atas hak konstitusional dan akhirnya Doss diijinkan untuk pergi berperang tanpa harus membawa senjata. Doss pun dikirim ke Perang okinawa, perang berdarah yang begitu brutal dan mencekam, hanya bersenjatakan alkitab kecil dari Dorothy dan iman Kristenya, namun iman tanpa kompromi yang ia miliki dan keberanian yang begitu menakjubkan mampu membawa Amerika kedalam kemenangan.

Atas tindakan, keberanian dan keyakinannya, salah satu negara adi daya yang kita kenal dengan nama Amerika memberikan penghargaan tertinggi untuk Doss dan bahkan nama Doss Desmond tercatat dalam sejarah negara tersebut.

Mungkin kita akan berasumsi ini film konyol, tentara kok gak pegang senjata (kalah sama mas momo), karena itu juga yang saya rasakan namun setelah nonton filmnya paradigma kita akan terbuka, yang jelas tidak akan bisa kita dapatkan cuman membaca sinopsisnya saja, oleh karena itu film ini sangat recommended untuk sesegera mungkin kita tonton. Oia sedikit tambahan, ketika Dorothy berpisah dengan Doss yang akan berangkat pendidikan militer, ia memberikan alkitab kecil untuk Doss dan di dalam alkitab itu diberi fotonya dan juga penanda pada 1 Samuel 17. Silakan dibuka alkitabnya ya..


Postingan Terkait

,
Matius 12:1-8

Murid-murid Yesus sangat kelaparan! Yesus pun mengizinkan waktu para murid memetik bulir gandum kemudian memakannya untuk mengatasi rasa lapar. Masalahnya, itu hari Sabat, yang membuat orang-orang Farisi begitu marah. Para murid dianggap melanggar hukum Taurat! Tampaknya, orang-orang Farisi itu merasa menjadi kelompok yang paling baik menjalankan hidup keagamaan.

Namun Yesus memberi mereka sebuah pelajaran berharga: kadang ada orang berpikir bahwa hidup beragama itu baik kalau sudah menaati peraturan dan perintah-perintah secara harfiah. Hidup keagamaan menjadi begitu kaku dan bisa menjadi kurang manusiawi. Ada orang justru menderita dan terancam kematian karena menjalankan peraturan agama yang tidak tepat. Sedangkan, Tuhan menghendaki belas kasihan, pengampunan dan keselamatan manusia dengan menjalankan dan menghayati perintah-Nya.

Dari kebenaran itu, kita memahami bahwa hubungan kita dengan Tuhan tak bisa dilepaskan dari hubungan kita dengan sesama. Sebagai orang beriman, tentu kita "menerima aturan atau perintah" untuk membawa persembahan kepada Tuhan berupa harta atau barang-barang berharga, namun akan lebih penting ketika "persembahan" itu dalam situasi tertentu digunakan untuk menolong sesama dari bahaya kematian, kemiskinan, atau kelaparannya. Ya, sebagai orang beriman, kita tidak boleh menutup mata terhadap keprihatinan yang menyelimuti sesama. Karena Yesus sendiri memberi teladan: Ia berbelas kasihan kepada kemalangan kita hingga rela memberikan nyawa-Nya di kayu salib.

Postingan Terkait

Rabu, 18 April 2018

,
Sebuah grup pujian penyembahan yang berdiri pada tahun 1996. Di tahun itu jugalah mereka merilis album pertamanya yang diberi judul Kub'ri Yang Terbaik. Karena mereka tidak punya nama, oleh para penggemarnya mereka disebut GMB (Giving My Best) yang diambil dari album pertamanya itu.

Untuk album pertama itu menandai telah hadirnya para musisi anak muda yang mempersembahkan dirinya untuk kemuliaan nama Tuhan. Kala itu tidak ada yang mengenal para personilnya, namun sekarang lihat saja betapa hits nama-nama mereka di kancah dunia persilatan musik rohani, seperti Sidney Mohede, Pongky Prasetyo, Amos Cahyadi, Adi Prasodjo, Joseph S. Djafar, Darana, Rensis Wenas. Para personil GMB format awal inilah yang menjadi idola para kaum pemuda pada jamannya. Bahkan tidak hanya kala itu, hingga sekarangpun mereka menjadi magnet tersendiri ketika konser dengan grup laen. Lihat saja grup-grup pujian penyembahan di era milenial sekarang ini, pasti nama-nama mereka juga ada di dalamnya, sebut saja JPCC, NDC dsb.

Suatu momen yang mengejutkan bagi penggemar GMB terjadi tahun 2007 kala vokalis utama mereka Sidney Mohede mengundurkan diri dari grup ini. Disinyalir bahwa hengkangnya Mohede dari GMB dikarenakan ingin fokus bagi keluarga dan juga gerejanya. Namun dari sumber laen mengatakan, kepergiannya karena Sidney ingin fokus di Oxygen (Youth Pastor) dan beberapa pelayanan yang ingin ia kerjakan.


Untuk mengisi posisi yang kosong setelah ditinggal Sidney Mohede, GMB mendatangkan vokalis baru yang jauh lebih dikenal oleh publik. Bambang Reguna Bukit atau yang banyak dikenal dengan Bams Samson, akhirnya didaulat menjadi vokalis baru GMB menggantikan Sidney. Akan tetapi kedatang vokalis baru ini kurang mendapatkan tanggapan yang positif dari fans fanatik mereka, menurutnya Bams tidak cocok menggantiakan posisi Sidney. Untuk menanggapi itu dan keseriusan Bams masuk dunia musik rohani akhirnya pada 2013 secara resmi Bams out dari Samson karena ingin fokus dengan GMB.

Dari sepanjang karir mereka, sudah banyak album yang mereka keluarkan, secara keseluruhan belasan album sudah mereka rilis dari album debut mereka 1996 hingga sekarang.


Postingan Terkait

,
1 Korintus 6:12-20

Saat kita membeli sebuah barang atau jasa, kita punya hak penuh atas barang atau jasa itu. Contohnya, saya membeli laptop. Laptop itu saya pakai menulis, menjalankan game, atau didiamkan-itu hak saya. Bahkan, jika saya memberikan laptop itu kepada orang lain, itu juga hak saya.

Siapakah pemilik bumi serta segala isinya, dan dunia serta segala yang ada di dalamnya? Tuhan (Mzm. 24:1). Kita memang memiliki harta, tetapi sebetulnya harta itu milik Tuhan. Kita dipercaya untuk memakai dan mengelolanya. Siapakah pemilik tubuh kita? Saat kita percaya pada Kristus dan mengikuti Dia, kita adalah milik Tuhan. Tubuh kita telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar oleh darah Kristus sehingga tubuh kita adalah milik Kristus. Apakah kehendak Kristus bagi tubuh kita? Memuliakan Allah. Hidup kudus dengan menjauhi percabulan yang mencemarkan tubuh (ay. 18). Menjaga pikiran, tindakan, dan perasaan agar selaras dengan firman-Nya. Jangan mendukakan Roh Kudus yang diam dalam diri kita.

Tubuh kita milik Tuhan, muliakanlah Tuhan dengan tubuh kita. Segala sesuatu yang kita miliki dan kita pakai saat ini berasal dari Tuhan. Jadilah pengelola yang benar. Dengan demikian, segala sesuatu yang kita gunakan saat ini, termasuk tubuh kita, memuliakan Tuhan dan mendatangkan sukacita bagi orang-orang yang merasakan dampak pikiran, perbuatan, dan ucapan kita.

Pengelola yang benar mengelola dengan bijak segala sesuatu milik tuannya.

Postingan Terkait

Senin, 16 April 2018

,
Lukas 24:36-49

Penampakan Yesus pasca-kebangkitan, tampaknya tidak membuat para murid langsung percaya. Mereka terkejut, takut, dan malah menyangka melihat hantu (ay. 37). Sampai Yesus sendiri menegaskan kehadiran-Nya dengan menunjukkan tangan dan kaki yang berlubang paku (ay. 38-40). Sekejap Yesus pun mengalihkan momen kebingungan itu dengan menanyakan kepada mereka, apakah ada makanan atau tidak (ay. 41-43). Sambil makan, Yesus menjelaskan pada mereka tentang kebenaran Kitab Suci (ay. 44) dan, agar mereka paham, Dia membukakan pikiran mereka (ay. 45), memampukan mereka memahami berita pertobatan dan pengampunan dosa (ay. 47). Tanpa pencerahan tersebut, Kitab Suci pastilah akan menjadi aksara biasa belaka bagi mereka.

Kitab Suci banyak berisi maksud Allah yang sulit dicerna oleh logika kita. Saat merenungkan firman-Nya, kita dapat berdoa memohon Tuhan memberikan pengertian. Kiranya firman yang kita renungkan mengarahkan kita kepada maksud Tuhan yang sebenarnya sehingga kita tidak salah langkah.

Mintalah pertolonganNya untuk membuka pikiran kita yang terbatas.

Postingan Terkait

Minggu, 15 April 2018

,
Sabtu ini tanggal 14 April 2018 bertepatan dengan hari libur nasional memperingati Isra Mi'raj, kembali kita datang kehadirat-Nya untuk belajar memuliakan nama Tuhan dan belajar sedikit tentang firman-Nya. Dan kami ingin mengucap syukur setinggi-tingginya untuk Yesus, Tuhan dan Juru Selamat kami, jika kami masih diizinkan bisa duduk bareng untuk belajar pada petang hari ini.

Firman yang disampaikan Tante Rina memang hanya beberapa menit saja, namun Firman ini begitu gimana gitu loh.. Entah ini kebetulan atau memang rencana Tuhan, yang jelas antara film yang dibahas kemarin kamis dengan Firman yang disampaikan hari ini sangat berhubungan erat, bekal yang indah bagi kami, yang bisa dijadikan pijakan untuk kedepannya. Untuk pujian, kami dipimpin oleh Mas Titus 'Gepeng', seseorang yang luar biasa yang mampu membuat kami bangga bisa berteman bahkan besaudara dengan dia.

Klik disini untuk melihat lebih banyak foto

Postingan Terkait

Jumat, 13 April 2018

,
NUH belum tahu Banjir akan datang ketika ia membuat Kapal dan ditertawakan kaumnya.

ABRAHAM belum tahu akan tersedia Domba ketika Pisau nyaris memenggal Buah hatinya.

MUSA belum tahu Laut terbelah saat dia diperintah memukulkan tongkatnya.

Yang Mereka Tahu adalah mereka harus Patuh pada Perintah TUHAN dan tanpa berhenti Berharap yang Terbaik.

Ternyata dibalik KETIDAKTAHUAN kita, TUHAN telah menyiapkan Kejutan.

TUHAN memberikan apa yang kita Butuhkan, bukan apa yg kita Inginkan!
Lakukan bagianmu saja, dan TUHAN akan mengerjakan bagianNya.

Postingan Terkait

Kamis, 12 April 2018

,
Pada 2015 Kendrick Brothers Productions, Affirm Films dan Provident Film telah memproduksi film dan merilisnya pada tanggal 28 Agustus 2015. Bagi Kendrick bersaudara film ini merupakan film ke 5 yang telah mereka hasilkan. Pada film-film sebelum War Room seperti Flywheel, Facing the Giants, Fireproof dan Courageous. Film-film yang mereka produksi ini telah laris manis serta sangat bisa di terima oleh kalayak orang.

Okey, sebelum lebih jauh kita ngrasani War Room kita bahas sedikit dulu tentang Kendrick Bersaudara ini. Selain sebagai produser dan sutradara ternyata Om Alex Kendrick dan Om Stephen Kendrick adalah Pendeta. Di Gereja Sherwood Baptish yang terletak di Amerika Serikat inilah Om Kendrick bersaudara menjadi salah dua Pendetanya. Karena di Amerika Serikat, film berpengaruh lebih kuat dari Gereja, hal ini yang membuat Om Kendrick bertekad merubah persepsi tentang film. Pastinya dengan hal seperti itu kita sudah tau lah ya, muatan apa yang ada dalam film-film yang mereka produksi.

Kembali ke War Room, film yang berdurasi 120 menit ini meraih kesuksesan di box office, di minggu ke dua perilisan, War Room mampu berada di puncak. Film ini bercerita tentang sebuah keluarga yang awalnya adem tentrem loh jinawi, pekerjaan mapan, anak yang cantik serta rumah idaman mereka miliki. Namun di tengah perjalan ketika godaan datang, masalah menghampiri bertubi-tubi untuk setiap individu dalam rumah itu, keluarga ini kehilangan ketentramannya bahkan berantakan rak karuan koyo rambut ku. Hingga pada akhirnya datanglah seseorang kenalan mereka, Nyonya Clara, istri mantan pejuang yang ditinggal mati oleh suaminya. Nyonya Clara lah yang memberikan saran kepada mereka tentang strategi melawan iblis, untuk itu keluarga tersebut disuruh menyediakan ruangan yang disebut 'War Room'. Di ruangan tersebutlah diminta berlutut berdoa datang kepada Tuhan, sampaikan semua keinginan dan harapan disana dan lihat apa hasilnya.


Untuk soundtrack War Room, Reunion Records didaulat untuk melabeli album ini, terdapat 10 lagu didalamnya dan nama-nama besar digandeng seperti Steven Curtis Chapman, Mandisa, Tenth Avenue North dsb.

Melihat prestasi sederet yang didapat sepertinya sayang jika kita harus melewatkan film ini, banyak pesan tersirat yang mampu menginspirasi kehidupan kita, jadi lumrah jika War Room mampu mengguncang perfilman kala itu.


Postingan Terkait

Selasa, 10 April 2018

,
Kitab 1 Raja-Raja merupakan lanjutan dari kitab 1 Samuel dan 2 Samuel tentang sejarah pemerintahan raja Israel. Kitab ini terdiri dari 22 Pasal, 817 Ayat.

Sejarah yang dimuat dalam kitab ini dapat dibagi dalam tiga bagian:
1.    Wafatnya Raja Daud dan pengangkatan Salomo menjadi raja atas Israel dan Yudea menggantikan Daud.
2.    Pemerintahan Salomo dan hasil-hasil usahanya, khususnya dalam membangun Bait Allah di Yerusalem.
3.    Bangsa Israel terpecah menjadi kerajaan utara dan kerajaan selatan, dan sejarah raja-raja yang memerintah kedua kerajaan tersebut sampai pertengahan abad ke-9 SM.

Di dalam kedua kitab Raja-Raja, setiap raja dinilai berdasarkan kesetiaannya kepada Tuhan, dan keberhasilan bangsa adalah akibat dari kesetiaan tersebut. Sebaliknya penyembahan berhala dan ketidaktaatan mengakibatkan bencana. Yang penting dalam 1 Raja-raja ialah nabi-nabi Tuhan. Mereka adalah juru bicara Allah yang berani-berani. Mereka memperingatkan raja dan bangsa Israel supaya tidak menyembah berhala dan tidak meremehkan perintah-perintah Allah.

Kitab 1 Raja-Raja dimulai dengan kisah Salomo dan diakhiri dengan kisah nabi Elia. Salomo dilahirkan setelah skandal perzinahan antara Daud dan Batsyeba. Seperti ayahnya, ia juga lemah terhadap kaum Hawa yang berujung pada kejatuhannya. Ia menikahi banyak perempuan dari bangsa asing sehingga Salomo ikut-ikutan menyembah berhala dan menjauhkan dirinya dari Allah. Pada mulanya Salomo itu baik, dimana ia berdoa untuk hikmat dan membangun Bait Allah selama 7 tahun. Kemudian ia membangun istana bagi dirinya selama 13 tahun.

Setelah kematian Salomo, Israel dipimpin oleh raja-raja yang sebagian besar dari mereka itu jahat dan menyembah berhala. Ini menjauhkan bangsa Israel dari Allah. Raja yang paling jahat adalah raja Ahab dan ratu Izebel, yang mempopulerkan penyembahan para Baal di Israel. Elia berupaya membawa Israel kembali menyembah Allah, sampai menentang para imam Baal untuk membuktikan kekuatan mereka di gunung Karmel, tentu saja Allah yang menang. Ini membuat Ratu Izebel marah besar. Ia memerintahkan supaya Elia dibunuh, dan Elia pun melarikan diri dan bersembunyi di padang belantara. Dengan tertekan dan letih, ia berkata, "Biarkan aku mati." Akan tetapi Allah mengirimkan makanan dan dukungan bagi Elia dan berbisik kepadanya dalam "bunyi suara". Allah menyelamatkan kehidupannya.

Sebagai penutup
Pengalaman Elia di padang belantara juga memberi kita sebuah pelajaran yang penting. Setelah kemenangan yang luar biasa melawan nabi Baal di Gunung Karmel, sukacitanya menjadi kesedihan ketika ia sedang dikejar-kejar Izebel dan harus melarikan diri. Kemenangan dan sukacita seringkali diikuti oleh kekecewaan. Akan tetapi, Allah kita itu setia dan tidak pernah meninggalkan kita. Bunyi suara yang menguatkan Elia juga akan menguatkan kita.

Postingan Terkait

,
1 Korintus 15:1-11

Kalau diminta menyampaikan satu hal terpenting tentang Yesus, apa yang akan kita sampaikan? MujizatNya? KelahiranNya yang ajaib? Itu tadi memanglah merupakan penggalan kisah hidup Yesus di bumi ini. Tapi, dari semua itu, mana yang paling penting?

Injil Markus dan Yohanes tidak memuat catatan kelahiran Yesus. Injil Matius dan Lukas hanya mencatat sedikit tentang kelahiran-Nya. Kisah mukjizat yang sama pun tidak dapat kita temukan dalam keempat Injil. Namun keempatnya merekam dengan detail peristiwa di sekitar kematian dan kebangkitan-Nya. Dalam surat-surat di PB, hal yang terus-menerus ditekankan ialah tentang kematian dan kebangkitan Kristus. Ini menunjukkan bahwa poin inilah yang terpenting dari apa yang Kristus kerjakan bagi kita.

Firman Tuhan diilhamkan kepada Paulus tentang kebenaran ini kepada jemaat di Korintus bahwa yang sangat penting ialah Kristus mati karena dosa-dosa kita, dikuburkan dan dibangkitkan pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci (ay. 3-4). Inilah Injil, kabar baik yang menyelamatkan orang percaya. Berita inilah yang selalu ia bagikan kemanapun ia pergi. Bahkan ketika Paulus pertama kali datang ke Korintus, ia "telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan" (1Kor. 2:2). Kiranya kita juga memahami pentingnya kebenaran ini, agar dapat membagikannya kepada orang lain.

Tanpa kematian dan kebangkitan Kristus, segala hal yang dilakukanNya selama di dunia sama sekali tidak berarti bagi kita.

Postingan Terkait

Senin, 09 April 2018

,
Sabtu ini tanggal 07 April 2018 kembali kita datang kehadirat-Nya untuk belajar memuliakan nama Tuhan dan belajar sedikit tentang firman-Nya.

Pujian di pimpin oleh Mas Andreas 'Momo' yang beruntun setelah sabtu kemarin juga memimpin pujian, untuk firman disampaikan oleh Om Andreas.


Klik disini untuk melihat lebih banyak foto


Postingan Terkait


,
Salah satu grup pujian dan penyembahan terbesar di dunia yaitu Hillsong Worship baru saja merilis album teranyar mereka yang diberi judul There Is More, untuk album yang rilis pada 6 April 2018 ini terinspirasi dari kisah kehidupan Yakub yang bergelut dengan Tuhan. Perekamannya tidak dilakukan di studio namun secara live di Gereja mereka sendiri di Sydney, Australia.

Album anyar mereka ini berisi 17 lagu, namun dari 17 lagu di album ini hanya ada 11 lagu baru, yg laen ada yg versi akustik dan lagu lama. Berikut daftar lagu di album There is More:
1. Who You Say I Am
2. You Are Life
3. The Passion
4. God So Loved
5. Be Still
6. Remembrance
7. Valentine
8. Touch of Heaven
9. Lettered Love
10. The Lord's Prayer
11. New Wine
12. So Will I (100 Billion X)
13. Seasons
14. Who You Say I Am (Akustik)
15. Remembrance (Akustik)
16. Touch of Heaven (Akustik)
17. The Passion (Akustik)















Sepertinya untuk lagu andalan mereka di album ini adalah Who You Say I Am, karena sekitar satu bulan sebelum album resmi dirilis, mereka sudah mengunggah lagu ini diberbagai akun sosial media dan bahkan di youtube. Hal mengejutkan ketika lagu So Will I (100 Billion X) juga masuk dalam album ini, sebenarnya lagu ini sudah tenar lebih dulu beberapa bulan yg lalu sekitar tahun 2017 saat dibawakan oleh Hillsong United. Lagu seasons juga merupakan lagu lama mereka, berada di album Natal kemarin 2017, namun dilihat dari judunya saja kita bisa menarik kesimpulan bahwa lagu ini tidak hanya bisa dinyanyikan saat Natal saja.

Sebagai penutup, ini ada sedikit tulisan tentang album ini dari mbak Brooke ligertwood salah satu pentolan Hillsong Worship: “There is More at stake than we dare realise - souls, communities, families, nations on the other side of our wrestle through the night seasons. Our personal freedom is for corporate revival. There is More of God and more to God and His love than we can possibly conceive of.”


Postingan Terkait

Jumat, 06 April 2018

,
Adalah film seri ketiga yang diproduksi oleh Pure Flix. Film yang rilis pada 30 Maret 2018 ini ditulis dan disutradarai oleh Michael Manson. Menggandeng nama-nama besar di dunia perfilman rohani seperti David A. R. White yg terus hadir dalam seri pertama hingga seri ketiga ini, Shane Harper tokoh utama di film God's Not Dead seri pertama, Caitlin Leahy pemeran delila dalam film Samson serta beberapa nama laennya.

Sebenarnya jika kita melihat dari judul dan poster, kita sudah bisa melihat mau dibawa kemana cerita film ini. Dimana Gereja St. James yang berada dilingkungan kampus terbakar dan tragedi ini dimanfaatkan oleh pihak kampus untuk mengusir para jemaat untuk keluar dari daerah Universitas Hadlight. Melihat kejadian yang seperti ini membuat jemaat terus melakukan perjuangan untuk membangun kembali gedung gereja dan iman mereka.

Jika di film seri pertama dan kedua masih berfokus pada apologetika di film seri ketiga ini lebih mengedepankan kejadian yang sering terjadi nyata dalam kehidupan. Dimana Tuhan ketika hal buruk terjadi? Apakah Tuhan benar-benar baik sepanjang waktu? Dan dapatkah Kristus benar-benar menyembuhkan hati yang patah? Di film inilah kita akan menemukan jawabannya. Tidak hanya itu saja, di film ini juga menebar pesan bahwa sekalipun di lembah yang paling dalam dan gelap, nyala api yang kecil tetap akan mampu menerangi jalan menuju harapan dan penyembuhan.


Dream Label Group dan Pure Flix Music telah merilis album soundtrack film ini yang terdapat 10 lagu didalamnya. Untuk album ini, salah satu majalah Kristen terbesar di dunia yaitu CCM memberikan nilai 3,5 dari maksimal nilai 5.

Hingga tanggal 2 April 2018 jika dilihat dari pendapatannya, film ini menduduki peringkat ke 54 dari genre film rohani Kristen, prestasi yg kurang baik bila dibandingkan dengan God's Not Dead dan God's Not Dead 2.


Postingan Terkait

,
Markus 6:31-5

"Orang banyak" dalam catatan keempat Injil, selalu digambarkan sebagai kerumunan rakyat jelata yang tak berdaya, sakit, lapar dan dahaga akan kebenaran (Yoh. 6:2; Mat. 8:1, 19:2, 20:29; Mar. 5:21-24; Luk. 5:15, 7:11). Mereka ini selalu mengikut ke mana pun Yesus pergi. Hati Yesus yang penuh belas kasihan selalu tergerak oleh mereka- yang disebut-Nya "kumpulan domba yang tak bergembala". Tentu Yesus dan para murid sudah sangat letih setelah seharian mengajar dan menolong orang banyak. Namun Dia selalu punya hati bagi mereka.

Orang banyak itu berencana mengadakan revolusi untuk memaksa Yesus menjadi raja mereka (Yoh. 6:15). Tak terkecuali para murid pun memimpikan pulihnya kejayaan kerajaan Israel (Kis. 1:6). Sehari sebelum Yesus ditangkap dan disesah, orang banyak ini membentangkan jubah, melambaikan daun palem, dan berteriak, "Hosana! Terpujilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!" (Yoh. 12:13). Namun sejenak kemudian orang banyak ini telah terprovokasi oleh berita yang dipelintir-bahwa Yesus adalah penyesat dan penghujat Allah, yang layak disalibkan. Bahkan mereka berkeras akan menanggung darah-Nya yang tak bersalah, sampai ke anak cucu mereka (Mat. 27:25). Mengerikan!

Kita jangan mudah terpesona pada kerumunan orang banyak yang memujamu, atau pada keahlian pengerah massa yang bisa mengumpulkan dan mempengaruhi massa. Sebab, Anda akan terperanjat bila mereka membalikkan punggung dan berteriak, "Salibkan dia". Belajarlah setia mengiring Yesus, walau hanya sendiri.

Tetap ku ikut walau sendiri, tetap ku ikut walau sendiri, ku tak ingkar, ku tak ingkar.

Postingan Terkait

Kamis, 05 April 2018

,
Markus 14:16-25

Pada malam sebelum Yesus disalibkan, Dia diperhadapkan pada enam pengadilan. Tidak ada satu pun yang menyatakan Dia bersalah. Bahkan, tuduhan menghujat nama Allah yang dijatuhkan kepada-Nya oleh para ahli Taurat, orang Farisi, dan orang Saduki, sama sekali tidak terbukti. Yesus naik ke atas kayu salib tanpa sedikit pun noda dan kesalahan. Itulah sebabnya darah Yesus adalah darah yang sangat mahal dan berharga. Firman Tuhan menyatakan bahwa Dia adalah Anak Domba Allah yang tidak bercacat cela dan tidak bernoda.

Sepatutnya kita mengenal darah Yesus secara lebih mendalam. Kata "ditumpahkan" dalam nas hari ini adalah terjemahan kata bahasa Yunani ekcheo, yang artinya dicurahkan. Bukan hanya sebagian, melainkan seluruhnya, sampai habis.

Setetes darah Yesus sudah cukup untuk menebus seluruh dosa manusia, tetapi Yesus memilih menumpahkan seluruh darah-Nya untuk Anda dan saya. Setiap kali kita melakukan perjamuan kudus dan mengingat pengorbanan-Nya, kita dapat dengan yakin mengatakan, "Oleh bilur-bilur darah-Nya saya telah disembuhkan, " dan kita dapat dengan penuh keberanian mengatakan, "Saya senantiasa dikuduskan, disucikan, dan dilayakkan oleh darah Yesus."

Darah Yesus telah mengubah segalanya. Kita yang seharusnya menjadi orang-orang terhukum, kini merdeka dan dilayakkan untuk menerima segala berkat yang Tuhan sediakan. Kita yang seharusnya menanggung kutuk, kini dikejar oleh kebaikan dan kemurahan Tuhan!

Pengorbanan Yesus menjadikan kehidupan kita indah dan masa depan kita penuh pengharapan.

Postingan Terkait