Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 April 2018

,
Sebuah grup pujian dan penyembahan yang sering kita kenal dengan nama Planetshakers baru saja merilis album terbaru mereka. Grup yang berbasis di Melbourne Australia ini membuat gebrakan baru untuk album anyar mereka hanya dengan empat lagu di dalamnya. Mungkin inilah bentuk perkembangan jaman, dimana diera jaman now sangat jarang orang dengerin lagu sampai selesai secara full satu album yang berisi sepuluh atau lebih. Pastinya orang jaman now akan membuat daftar putar sendiri pada gawai mereka. Inilah yang mungkin mendasari mereka mengeluarkan album mini bertajuk Heaven On Earth yang rilis pada 6 April 2018.

Menurut dari sosial media mereka, album ini direkam secara live pada konser Planetshakers di Indonesia, Filipina, Malaysia dan Singapura. Tapi mohon maaf sampai sekarang saya coba cari info untuk lagu yang mana yang di Indonesia belum ketemu jawabannya, kalau ada temen-temen yang tahu bolehlah ya saya di kasih tahu. Jika dilihat dari perekamannya yang diambil sekitar awal tahun kemarin berarti kemungkinan yang di Indonesia pas konser di Bandung 17 Januari 2018.

Untuk album mini ini secara total durasinya tidak lebih dari 30 menit, dan sepertinya ini akan pas bagi kita yang merindukan saat teduh pujian dan penyembahan kala Ibadah.Tersirat jelas dimana mereka ingin menunjukan 'pesta pujian'. Tarian, lompatan, jeritan, tangisan melengkapi disetiap lagu dalam sebuah album. Lirik yang begitu dalam dan aransemen musik yang menghentak menandai karakter yang kuat dari Planetshakers, grup yang memang punya visi menjangkau anak muda. Berikut daftar lagu dalam album Heaven On Earth:
1. There Is No One Like You
2. The Greatest
3. Above All Names
4. No Alone


Dengan rilisnya album ini mereka siap melakukan konser yang rencananya akan di mulai bulan Mei 2018 dan berakhir di bulan Agustus 2018. Tanggal 12 - 20 Mei mereka akan berkunjung di India dan Eropa, untuk Amerika Serikat dan Amerika Selatan pada 21 Juni - 1 Juli, setelah itu mereka menuju Afrika Selatan 13 - 22 Juli dan kembali ke Asia tanggal 3 - 19 Agustus.

Sebagai penutup, Om Evans Rusell, gembala senior Gereja Planetshakers berkata :"Dimana penyembahan Allah yang benar pada dasarnya adalah masalah hati dan roh yang berakar pada pengetahuan Firman Tuhan, pujian adalah ekspresi lahiriah dari apa yang ada didalam hati."


Postingan Terkait

Rabu, 18 April 2018

,
Sebuah grup pujian penyembahan yang berdiri pada tahun 1996. Di tahun itu jugalah mereka merilis album pertamanya yang diberi judul Kub'ri Yang Terbaik. Karena mereka tidak punya nama, oleh para penggemarnya mereka disebut GMB (Giving My Best) yang diambil dari album pertamanya itu.

Untuk album pertama itu menandai telah hadirnya para musisi anak muda yang mempersembahkan dirinya untuk kemuliaan nama Tuhan. Kala itu tidak ada yang mengenal para personilnya, namun sekarang lihat saja betapa hits nama-nama mereka di kancah dunia persilatan musik rohani, seperti Sidney Mohede, Pongky Prasetyo, Amos Cahyadi, Adi Prasodjo, Joseph S. Djafar, Darana, Rensis Wenas. Para personil GMB format awal inilah yang menjadi idola para kaum pemuda pada jamannya. Bahkan tidak hanya kala itu, hingga sekarangpun mereka menjadi magnet tersendiri ketika konser dengan grup laen. Lihat saja grup-grup pujian penyembahan di era milenial sekarang ini, pasti nama-nama mereka juga ada di dalamnya, sebut saja JPCC, NDC dsb.

Suatu momen yang mengejutkan bagi penggemar GMB terjadi tahun 2007 kala vokalis utama mereka Sidney Mohede mengundurkan diri dari grup ini. Disinyalir bahwa hengkangnya Mohede dari GMB dikarenakan ingin fokus bagi keluarga dan juga gerejanya. Namun dari sumber laen mengatakan, kepergiannya karena Sidney ingin fokus di Oxygen (Youth Pastor) dan beberapa pelayanan yang ingin ia kerjakan.


Untuk mengisi posisi yang kosong setelah ditinggal Sidney Mohede, GMB mendatangkan vokalis baru yang jauh lebih dikenal oleh publik. Bambang Reguna Bukit atau yang banyak dikenal dengan Bams Samson, akhirnya didaulat menjadi vokalis baru GMB menggantikan Sidney. Akan tetapi kedatang vokalis baru ini kurang mendapatkan tanggapan yang positif dari fans fanatik mereka, menurutnya Bams tidak cocok menggantiakan posisi Sidney. Untuk menanggapi itu dan keseriusan Bams masuk dunia musik rohani akhirnya pada 2013 secara resmi Bams out dari Samson karena ingin fokus dengan GMB.

Dari sepanjang karir mereka, sudah banyak album yang mereka keluarkan, secara keseluruhan belasan album sudah mereka rilis dari album debut mereka 1996 hingga sekarang.


Postingan Terkait

Senin, 09 April 2018

,
Salah satu grup pujian dan penyembahan terbesar di dunia yaitu Hillsong Worship baru saja merilis album teranyar mereka yang diberi judul There Is More, untuk album yang rilis pada 6 April 2018 ini terinspirasi dari kisah kehidupan Yakub yang bergelut dengan Tuhan. Perekamannya tidak dilakukan di studio namun secara live di Gereja mereka sendiri di Sydney, Australia.

Album anyar mereka ini berisi 17 lagu, namun dari 17 lagu di album ini hanya ada 11 lagu baru, yg laen ada yg versi akustik dan lagu lama. Berikut daftar lagu di album There is More:
1. Who You Say I Am
2. You Are Life
3. The Passion
4. God So Loved
5. Be Still
6. Remembrance
7. Valentine
8. Touch of Heaven
9. Lettered Love
10. The Lord's Prayer
11. New Wine
12. So Will I (100 Billion X)
13. Seasons
14. Who You Say I Am (Akustik)
15. Remembrance (Akustik)
16. Touch of Heaven (Akustik)
17. The Passion (Akustik)















Sepertinya untuk lagu andalan mereka di album ini adalah Who You Say I Am, karena sekitar satu bulan sebelum album resmi dirilis, mereka sudah mengunggah lagu ini diberbagai akun sosial media dan bahkan di youtube. Hal mengejutkan ketika lagu So Will I (100 Billion X) juga masuk dalam album ini, sebenarnya lagu ini sudah tenar lebih dulu beberapa bulan yg lalu sekitar tahun 2017 saat dibawakan oleh Hillsong United. Lagu seasons juga merupakan lagu lama mereka, berada di album Natal kemarin 2017, namun dilihat dari judunya saja kita bisa menarik kesimpulan bahwa lagu ini tidak hanya bisa dinyanyikan saat Natal saja.

Sebagai penutup, ini ada sedikit tulisan tentang album ini dari mbak Brooke ligertwood salah satu pentolan Hillsong Worship: “There is More at stake than we dare realise - souls, communities, families, nations on the other side of our wrestle through the night seasons. Our personal freedom is for corporate revival. There is More of God and more to God and His love than we can possibly conceive of.”


Postingan Terkait

Senin, 02 April 2018

,
Adalah grup pujian dan penyembahan dari Gereja Bethel Tabernakel atau dikenal juga dengan nama Alfa Omega Chruch Surabaya. Sebelum lebih jauh kita bahas SOP ada baiknya kita bahas sedikit tentang Gerejanya. Pada sekitar tahun 1980 Gereja Alfa Omega memulai pergerakannya di kota Surabaya. Awalnya ibadah mereka hanya dilakukan di garasi milik salah satu jemaat, namun Tuhan memberi kesempatan membuka hati salah satu jemaat untuk mempersembahkan tanah seluas 1000 meter persegi. Ditahun 1982 mereka memulai pembangunan dan tahun 1984 pembangunan selesai dan mulai Ibadah awal mereka di gedung baru hingga sekarang.

Dipimpin atau digembalai oleh Om Lukas Soetopo serta dibantu oleh 4 orang anaknya yaitu Ezra Soetopo, Elijah Soetopo, Elisa Soetopo dan Elisheba Soetopo, dimana semuanya merupakan gembala di Alfa Omega Chruch. Mereka berempat inilah yang menjadi pentolan SOP, pada 2009 mereka berencana untuk mengembangkan potensi vocal dan bermusik yg akan memberikan influence bagi dunia musik rohani.

Awal tahun 2010 disepakati untuk merintis kelompok musik rohani yg kita kenal sampai sekarang dengan nama Sound of Praise (SOP). Setelah SOP terbentuk, mereka mulai mencari personil dengan melakukan seleksi dari Gereja pusat hingga cabang2nya. 2 di Surabaya, 1 Palangkaraya dan 1 Jakarta. Akhirnya didapati 1 orang lead vocal, 9 orang vocalis, 5 pemain musik dan 2 orang additional player. (Ini sudah termasuk 4 bersaudara tadi).

Setelah berlatih untuk beberapa bulan tiba saatnya kelahiran sebuah grup musik yg bermarkas di kota pahlawan ini, melalui konser perdana SOP bertajuk 'I Live For You' yang diadakan pada jumat 21 Mei 2010. Oleh Alfa Omega Production, hasil dari konser mereka inilah yg menjadi album pertama dari SOP. Album yg berisi 11 lagu ini meraih posisi ketiga dalam kategori album yg paling banyak terjual.


Ditahun 2013 mereka meluncurkan album ke dua dengan judul Dahsyat, terdapat 13 lagu dalam album ini. Selang dua tahun pada 2015 album ke tiga mereka meluncur, temen2 masih pada ingat lagu Satu-satunya? Nah lagu itulah yg menjadi lagu andalan untuk album yg berjudul Great ini.

Masih ditahun yang sama mereka mendapat undangan untuk melakukan konser di Amerika hingga Kanada, suatu prestasi yg luar biasa. Sebenarnya jika kita melihat profil dari pentolan SOP ini ato anak dari Om Lukas Soetopo, bukan hal mengejutkan jika mereka bisa konser di Kanada ataupun Amerika, karena mereka adalah jebolan dari Master's College and Seminary di Toronto, Canada. Otomatis koneksi mereka banyak disana.

Selepas itu di tahun 2016 dan 2017 mereka mengeluarkan album ke empat dan ke lima, yang berjudul Ku Akan Menang pada album ke empat dan I am Blessed judul album ke limanya. Untuk album ke lima itu mereka juga menggandeng mantan vocalis GMB yg sekarang di JPCC yaitu Sidney Mohede dan vocalis NDC Fandy Santoso.

Sebagai penutup jika temen2 ada yg ketemu dengan Om Lukas Soetopo, tolong sampaikan pesan atau pertanyaan saya ya, kenapa nama semua anak2nya berawalan huruf "E"?


Postingan Terkait

Senin, 26 Maret 2018

,
Adalah sebuah band musik pop rock Kristen yang terbentuk pada tahun 1985 di Mooloolaba, Queensland, Australia.

Personil sekarang adalah Michael Tait sebagai vocalis, Duncan Phillips sebagai drummer, Jody Davis sebagai gitaris dan Jeff Frankenstain memegang keyboard. Peter Furler dan George Perdikis merupakan pendiri band ini, setelah itu baru John James dan Sean Taylor ditambahkan.

Formasi band ini sangat panjang jika harus diceritakan semua, karena bongkar pasang personil yang cukup banyak terjadi dalam band ini. Ada yg keluar karena ingin fokus dalam pendidikan, kecanduan obat2an, bahkan ada meninggal karena kecelakaan. Pokoke macem2lah.. Hingga sekarang ada sekitar 12 nama pernah menjadi personil band ini ditambah 4 nama yg aktif sekarang ini

Tidak hanya banyak pergantian personil namun band ini juga sudah menelurkan banyak album bahkan lebih dari 15 album mereka keluarkan dan 6 diantaranya mendapat sertifikasi emas. Selang dua tahun setelah band ini didirikan di Australia, tepatnya pada tahun 1987 mereka coba meniti karir di negeri paman sam. Band ini datang ke Amerika dengan nama The News sebagai nama awal grup ini, karena menghindari kerancuan dengan Huey Lewis & The News yg sudah ada jauh sebelum mereka datang, akhirnya mereka merubah nama menjadi The Newsboys.


Album perdana keluar pada tahun 1988 dengan judul Read All About It. Namun album perdana mereka ini kurang mendapatkan perhatian. Bahkan hingga album ketiga mereka tetap belum mendapatkan respon positif, barulah di album keempat yg berjudul The Ashamed pada 1992 mereka mulai terkenal dan mendapatkan sertifikasi emas untuk pertama kalinya. Setelah itu hingga sekarang berbagai penghargaan terus mereka dapatkan, salah satunya the best rock album of the year untuk Going Public pada 1995

Perjalanan panjang nan melelahkan dari band tua yang terus bergonta-ganti personil ini membuat mereka semakin matang, baik dalam permainan musik, vocal maupun mental. Meskipun bongkar pasang terus terjadi namun band ini memberi contoh kepada kita untuk tetap memegang teguh tujuan awal, bahkan tetap eksis dan lebih eksis lagi dalam menyuarakan dan membawa kabar baikNya diseluruh penjuru bumi.


Postingan Terkait

Jumat, 23 Maret 2018

,
Salah satu band rohani yang terbentuk di Yogyakarta. Berawal dari konser VOG di Yogyakarta yg membutuhkan band pembuka, Bobby, Henry, Titis membentuk sebuah band untuk ikut audisi dan akhirnya diterima.

Terbentuk pada tahun 1997, dengan jumlah personil awal ada 10 orang namun seiring berjalannya waktu sampai sekarang tersisa 4 personil saja. Bobby Febian pada vocal/guitar, Henry Budidharma pada guitar, Tommy Widodo pada keyboards dan Jonas Wang pada drums.

Pada awalnya grup ini bernama Christ For Ones (CFO), akan tetapi pemakaian nama CFO hanya berlangsung satu tahun saja baru kemudian mereka merubah nama menjadi One Way pada 1998.


Beberapa tahun sebelum OW terbentuk, Bobby dan Henry lebih dulu membentuk band bernama G-Coustic yg sekarang dikenal dgn nama Jikustik, mereka inilah serta beberapa orang yg saat ini masih di Jikustik yg menjadi cikal bakal Jikustik. Karena ingin fokus ke musik rohani akhirnya bobby keluar dari Jikustik dan digantikan sahabatnya sendiri, Pongky Barata.

Beberapa album mereka
Terbang (2000)
Pulang (2003)
Bintang(2004)
One Way Worship (2006)
Jatuh Cinta A Better World (2013)
Self Titled

Pada tahun 2009 mereka mengeluarkan album berjudul One Way, ini mendakan debut mereka untuk datang di kancah permusikan dunia.


Postingan Terkait

Kamis, 22 Maret 2018

,
Merupakan sebuah grup musik yg terdiri dari pemuda pemudi Gereja Nafiri Discipleship, jadi jelas nama NDC sendiri merupakan kependekan nama gereja mereka.

Gereja ini berdiri dengan nama GBI Nafiri Allah, ibadah pertama pada tanggal 6 Oktober 1991 dengan jumlah jemaat hanya 15 orang saja. Bertempat disebuah rumah di jl. Morotai, Roxy, Jakarta Pusat. Dua tahun kemudian mereka membuka kebaktian di Wisma Indocement.

Seiring berjalan waktu, Tuhan semakin menyatakan kuasaNya kepada GBI Nafiri Allah dengan mengizinkan mereka membangun 'mezbah penyembahan' diberbagai tempat, hingga sekarang mereka sudah punya 5 tempat, 4 di daerah Jakarta dan 1 di Tangerang.

Sampai pada tahun 2014 nama GBI Nafiri Allah diubah menjadi Nafiri Discipleship Church (NDC). Dengan visi "Menjadikan setiap jemaat murid Yesus dengan cara yg relevan sehingga berdampak bagi lingkungan"

Setelah itu berkembanglah musik mereka dan terbentuklah NDC Worship. Serta mempersembahkan album perdana mereka pada tahun 2015 dengan judul NDC Worship Live at Baywalk. Album ini jelas dipersiapkan khusus sesuai selera dan tuntutan jaman, dengan menggabungkan usur pop/rock/contemporer dengan nuansa gabungan musik full EDM dan Orchestra modern.


Beberapa personilanya adalah Joseph S Djafar, Ucok Radjagukguk, Amos Cahyadi, Teddy Darmawan, Henry Budidharma, Danny Rico Novianto, Reno Castelo, Ronald Pangemanan. Dan para worship leader, yaitu Fandy Santoso, Titi Darmawan, Michael Panjaitan dan Jeremy Jason Abdisaputera.

Dari data itunes lagu KuasaMu terlebih besar menjadi lagu yg paling populer dialbum ini.

Album kedua rilis ditahun 2017 dengan judul Faith, terdapat 12 lagu dialbum ini.


Postingan Terkait

,
Grup ini dibentuk tahun 1989 dengan nama Ezra Band, nama2 kondang seperti om Franky Sihombing, tante Sari Simorangkir serta beberapa nama yg saat ini menjadi pentolan JPCC itulah yg memprakarsai terbentuknya grup ini.

Mereka hadir dgn musik yg lebih kontemporer dgn tidak menggunakan kata2 seperti Yesus, Roh Kudus, Anak Terang, Bapa di Surga dan Juruselamat.

Ezra Band mampu menghasilkan tiga album antara lain, KerajaanMu Datanglah, HadirMu, serta Ezra Praise

Ditahun 1992 mereka merubah nama Ezra menjadi VOG (Voice Of Galilea) dan mengeluarkan album dengan judul Kusadari


Dengan formasi
- Franky Sihombing (Bass/vocal)
- Erwin Badudu (keyboards)
- Ucok Parulian Rajaguguk (keyboards)
- Amos Cahyadi (Drums)
- Thomas B Handoyo (Guitar)
- Viona Paays (Vocal)
- Sari Simorangkir (Vocal)

Untuk kedua kalinya mereka merubah nama dari VOG (Voice Of Galilea) mejadi VOG (Voice Of Generation) lalu album mereka keluar dengan judul Tutur Kata

Ada perubahan personil di album Tutur Kata ini, Erwin badudu out dan Sidney Mohede masuk sebagai vocal

Di awal 90an, lagu2 mereka inilah yg ngehits di radio2 dan gereja2 kala itu

Taun 2003 berganti nama dari VOG menjadi Take Off dan masuk ke label sekuler Sony Music Indonesia, tp penjualan album merek tidak sesukses 2 album mereka sblmnya. Setelah itu mereka sdh sibuk dgn project masing dan ditunggu oleh para penikmat karya mereka untuk ada VOG Reunion. VOG Reunion pun sdh terwujud di konser solo Sari Simorangkir tetapi minus Sidney Mohede.


Postingan Terkait

,
Adalah sebuah band musik penyembahan yg memimpin ibadah setiap akhir pekan di Gereja Elevation Amerika. Diwaktu tidak ada pelayanan di gereja, mereka melakukan konser dan tur keliling Amerika Serikat bahkan keliling dunia. Sebelum mereka melakukan tur sendiri seperti sekarang, mereka dulu sering berkolaborasi dengan grup2 yg sudah punya nama besar seperti Hillsong Worship, Jesus Culture, Passion, serta nama2 besar laennya.

Gereja Elevation sendiri didirikan tahun 2006 oleh om Steven Furtick yg sekaligus saat ini mejadi gembala sidangnya, setelah itu berdirilah Elevation Worship dan memulai album pertama ditahun 2006 juga. Namun dialbum pertama ini mereka tidak langsung menggebrak ya mungkin karena mereka belum banyak yg kenal, dan tidak banyak yg tahu klo mereka sudah pernah mengeluarkan album di tahun 2006. Bahkan Gereja Elevation pernah masuk dalam Outreach Magazine sebagai salah satu dari 100 gereja dengan pertumbuhan tercepat di negara ini setiap tahun sejak 2007.

Sebelum lebih jauh tentang Elevation Whorship ada baiknya kita singgung sedikit tentang pendirinya. Om Furtick merupakan sosok dibelakang Elevation Whorship. Sebenarnya klo kita mau panggil mas juga boleh, kerena ternyata mas Furtick ini baru berusia 38 ditahun ini (bahkan kebih tuaan om andreas hehe..). Selain menciptakan banyak lagu untuk Elevation Whorship, beliau juga menulis buku dan sudah lima buku beliau luncurkan bahkan salah satu bukunya yg berjudul New York Times menjadi best selling. Klo menurut saya pribadi saya kagum dengan mas Furtick ini, meski terjadi sedikit kontroversi namum terlepas dari itu beliau tetap sosok yg bisa dijadikan panutan. Anak muda yg Tuhan pakai dengan luar biasa untuk menggebrak dunia permusikan di Amerika bahkan pelayanannya yg sangat luar biasa semakin membuat kita angkat topi, totalitas tanpa batas, pemikiran, tenaga, waktu, materi, yg dia punya semua orang juga harus bisa menikmatinya. Ini sekilas tentang Steven Furtick, untuk lebih jelas bagaimana sepak terjangnya bisa kita cari sendiri, di google bertebaran berita tentang sosok ini. Saatnya kita kembali ke Elevation Worship..

Grup ini dipimpin oleh Steven Furtick, Wade Joye, Chris Brown dan Mark Brock. Namun beberapa dari nama ini sekarang berada dibalik layar Elevation Worship. Setelah mereka merilis beberapa album independen akhirnya mereka mendapat kontrak dari label besar yaitu Essential Records. Essential Records merupakan bagian dari Sony Music Entertainment yg dikhususkan untuk lagu-lagu rohani.


Di album Kingdom Come (sebelum ikut sony) inilah awal dari kedatangan mereka untuk mendobrak tangga lagu dunia. Dimana yg selama itu terus didominasi oleh album2 dunia mereka datang dengan lagu pujian dan penyembahan, membawa bendera Kristus untuk memecahkan semua itu. Dan akhirnya album Kingdom Come menempati peringkat ke 5 di heatseekers, band rohani pertama yg mampu memecahkan suatu tradisi.

Setelah itu mereka mengeluarkan album For The Honor dibawah lebel essential, mereka terus menanjak dan bahkan album ini menduduki peringkat pertama.Di album2 seterusnya mereka terus menanjak dan disalah satu album mereka Only King Forever, mereka mendatangkan vokalis tamu Darlene Zschech dari Hillsong Worship. Sementara album Wake Up the Wonder menandai pertunjukan live mereka diarena besar.

Dan album There Is a Cloud merupakan album teranyar mereka yg rilis di tahun 2017 setelah direkam di Elevation Ballantyne selama kebangkitan gereja yg dijuluki Code Orange Revival.

Jadi total mereka sudah mengeluarakan 10 album lebih termasuk dalam bahasa yg tidak bahasa inggris

Klo kita mau sedikit membandingkan Elevation dengan Hillsong Worship dalam konteks lagu, Hillsong lebih unggul dikancah permusikan rohani namun jika dikancah lagu dunia dimana mereka bertarung dengan nama besar seperti Bieber, Bruno mars, green day, muse, Elevation ada sedikit diatas dari Hillsong Worship.


Postingan Terkait

,
Planetshakers adalah sebuah gejera besar kristen pantekosta di Melbourne, Australia yang bergerak dalam penginjilan orang dewasa dan anak muda. Ternyata sama dengan kita pantekosta juga. Russel Evans dan Sam Evans adalah gembala sidang di gereja tersebut.

Sebenarnya planetshakers ini sedikt aneh gak seperti pada umumnya, jadi gini om russel ini dulu adalah anak dari gembala disalah satu gereja di australia, membentuk grup musik pujian penyembahan bernama planetshakers th 1997 album pertama diluncurkan th 2000 dan baru mendirikan gereja th 2004.Jadi grup musiknya berdiri dulu baru gerejanya.


Sejak album When the Planet Rocked tahun 2000 sampai album Legacy tahun 2017 sudah lebih dari 30 album mereka luncurkan. Keren abiss... berarti klo dihitung rata2 hampir satu tahun mereka keluarkan 2 album, luar biasa, belum tentu grup2 musik dunia mampu melakukan.

Hampir setiap thn nama planetshakers masuk nominasi penghargaan musik rohani, tapi ya lagi, lagi, dan lagi mereka dikalahkan oleh hillsong. Kenapa??
Sila djawab sendiri.. Gambarannya jika di Indonesia penghargaan masih tetep berjalan sampai sekarang ya pasti nama JPCC akan sering dapat penghargaan.


Postingan Terkait

,
Grup musik Kristen kontemporer Amerika yang didirikan di Greenville, Texas. Bard Millard sebagai pentolan mendirikan pada tahun 1994. Band ini terdiri dari Bard Millard sebagai vokalis, Robby Shaffer sebagai drummer, Nathan Cochran sebagai bassis, Michael Scheuchzer dan Barry Graul sebagai gitaris.

Sebenarnya Bard Millard bercita-cita menjadi pemain bola seperti keluarga besarnya yang menjadi pemain sepak bola, namun suatu ketika dalam pertandingan dia mengalami cidera yang mengandaskan cita-citanya itu. Akibat insiden itu akhirnya dia mengambil koor sebagai mata pelajaran ekstrakulikuler.

Pendeta yg memegang kelompok pemuda ditempatnya (kalo ditempat kita mas Rudi) yg pindah dari Texas ke Florida, mengundang Millard untuk maen musik bersama grup musik ibadah pemuda. Suatu hari vokalis utama band tersebut mangalami sakit dan Millard mendapat tantangan untuk menyanyi bagi grup itu.


Setelah band pemuda itu kunjungan ke swiss, akhirnya Millard ingin bermain musik sepenuhnya. Bersama James Bryson si pianis di grup itu, Millard mendrikan MercyMe dan mengajak sahabatnya Mike Scheuchzer. Trio ini mendirikan studio dan tempat tinggal sementara di sebuah pusat penitipan anak yang sudah lama tidak terpakai. Dari situlah grup ini dilirik promotor lokal untuk menjadi band pembuka Audio Adrenalin (grup yg lebih senior dan salah satu lagunya yg kamarin kamis saya bagikan menjadi soundtrack God's Not Dead 2). Bassis Nathan Cochran dan drummer Robby Shaffer bergabung dikemudian hari, mengiringi band dalam merilis 6 proyek indi sebelum tanda tangan kontrak dengan Ino records pada 2001.

Hampir setiap tahun setelah itu mereka terus merilis album dan memenangkan berbagai penghargaan. Word of God Speak salah satu lagu dari MercyMe sebagai no 1 Christian song of the decade (2000 - 2009) dari billboard magazine decade awards. Sejak dibeberapa lagu awal mereka sampai sekarang, nama MercyMe selalu hadir dalam album WOW (album kompilasi rohani yg beberapa minggu lalu pernah disinggung oleh mas jedid)


Postingan Terkait

,
Adalah sekumpulan anak muda yg mengkhusukan diri untuk melayani Tuhan dalam bidang musik.

Mereka merupakan kolaborasi tim musik dari Bethany Church Singapore dan GBI City Tower Jakarta, dibawah pembinaan Ps. Djohan Handojo.

Mereka berdiri tahun 2014 sebagai penerus atau warisan dari Symphony Music.

Symphony Music adalah para pemuji dan penyembah Tuhan di era 90an dengan visi dan misi membangun kembali pondok daud (pujian & penyembahan) di gereja-gereja. Mereka sudah menelurkan belasan album rohani sejak tahun 1993 dengan lagu2 yang sudah tidak asing lagi dikalangan gereja, Ku mau s'pertiMu Yesus, Ajarku Mengerti, Anggur Baru, S'bab Tuhan baik, Dia Sanggup, Manis Kau dengar, dsb. Mereka juga menjadi pelopor Live Recording Praise & Worship di masa itu, dengan para Worship Leader dan pencipta lagu yang diurapi Tuhan seperti Welyar Kauntu, Djohan Handojo, Vetri Kumaseh, Robert & Lea Sutanto yang kini telah menjadi hamba Tuhan (gembala) di gereja masing-masing. Lagu pujian & penyembahan mereka seringkali sebagai ungkapan pengagungan dan ucapan syukur kepada Tuhan. Beberapa diantara mereka masih aktif dalam menciptakan lagu pujian dan penyembahan ditengah kesibukan sebagai gembala jemaat. Ps. Djohan Handojo pun masih melanjutkan semangat itu kepada generasi penerus yang kemudian di generasi ini dikenal dengan Symphony Worship yang beberapa lagunya juga menjadi 'hits' di gereja-gereja.


Symphony Worship baru memiliki dua album
1. Love to Worship You (2015)

S’bab Dia Baik
Yesus PadaMu Kuberseru
Love To Worship You
Dia Jamah
Majesty
Worship You
God Is Able
Kuasa NamaNya
Tuhan Pulihkan
Kunyanyi Haleluya

2. Freedom (2016)

Ada Kuasa
You Are The One
Dengan Apa Kan Kubalas
Dalam-Mu (In You)
I Believe In You
Mari Semua
Oleh Darah Yesus (Kubebas)
Hadirat-Mu
Ya Roh Kudus (Urapilah)
Throne Of His Glory
Jesus You Have Set Me Free

Departemen permusikan mereka bernama Symphony Worship Community yg terdiri dari para worshippers-musicians yg bergabung dalam pelayan khusus seperti konser, seminar, dan produksi album.

Symphony Worship beranggotakan Ivan Handojo, Nicholas Sarasta, Josephine Widia, dan Theresia Fasya pada Worship Leader. Serta musisinya seperti Ivan Tangkulung (Keyboard), Alisan Jaya (Bass), Christofer Tjandra (Guitar), Wiliam Lee (Drum), Jonathan Frandra (Filler), Gavin Christiantoro (Guitar) serta sekumpulan singer dan choir


Postingan Terkait

Rabu, 21 Maret 2018

,
Adalah grup pujian dan penyembahan dari Gerja Hillsong Australia. 1/9 Solent Circuit, Baulkham Hills NSW 2153 Australia.

Berdiri sejak 1983 dengan nama Hillsong Live sampai Juni 2014 baru berubah nama menjadi Hillsong Worship.

Layaknya grup yg berdiri dari gereja grup ini ada banyak personil, saat ini masih dipimpin oleh Brooke Fraser (Ligertwood).

Sejak album pertama Spirit and Truth (1988) sampai The Peace Project (2017) total ada 28 album mereka buat.

Oia Hillsong juga buka cabang di Indonesia tepatnya di Pulau Bali. Jl. Sunset 555, Legian, Kuta, Badung, Bali Indonesia.

Gereja Hillsong ada wadah bernama Hillsong Family kumpulan dari gereja2 di dunia bekerja sama mendorong jemaat kita menuju sebuah visi bersama; bersatu untuk berpartisipasi dalam kemitraan yg ada, proyek global, misi dan inisiatif bantuan.

Jakarta Praise Community Church (JPCC) juga masuk didalamnnya, oleh karena itu ada beberapa lagu Hillsong Worship yg digarap JPCC Worship dalam bhs Indonesia. Salah satunya yg kemarin minggu di Ibadah Raya Kendal kita nyanyikan yaitu Nyanyi dan Bersoraklah lagu asli berjudul Shout to the Lord - Darlene Zschech, Hillsong Worship tahun 1994.


Waduh kelupaan lagi
Sebelumnya saya ucapkan selamat dulu buat mbak Ligertwood, Grammy Awards yg berlangsung tadi pagi waktu Indonesia. What a Beautiful Name - Hillsong Worship juara kategori Contemporary Christian music performance/song

Sebetulnya bukan kejutan buat saya, karena lagu mereka beberapa minggu jadi peringkat pertama di Billboard bahkan sampai malam ini saya cek lagi mereka masih berada di puncak.

Di tahun ini pada tanggal 6 April 2018 mereka merilis album terbaru dengan judul There Is More, album ini berisi 17 lagu.

Yg mau datang di konser pujian dan penyembahan mereka persiapkan diri anda Selasa, 17 April 2018 Allen County War Memorial Coliseum, Fort Wayne, IN, US Tiket: US $28.75 - US $49.75


Postingan Terkait

Selasa, 20 Maret 2018

,
Grup ini berdiri tahun 1996 dengan nama True Worshippers namun tahun 2011 grup berubah menjadi JPCC (Jakarta Praise Community Church) Worship. Kenapa berubah? Karena mereka ingin menekankan bahwa tim ini adalah bagian dari satu tubuh Kristus di gereja bukan hanya sebuah grup musik saja. Pemimpin grup ini adalah Bp Franky Sihombing dan pemimpin pujiannya adalah Sydney Mohede. Banyak penyanyi dan musisi yg tergabung di grup ini ya mungkin kurang lebih 50an, mulai Sari Simorangkir sampai Ruth Sahanaya dan banyak lagi.


Sejak berdiri sampai sekarang sudah lebih dari 20 album mereka hasilkan mulai Penyembah Yang Benar (1997) sampai Made Alive (2017) dan di salah satu albumnya berjudul ONE dengan lagu utamanya adalah BejanaMu, dan album ini pernah mengalahkan Katy Perry dg singlenya Roar di iTunes menempati peringkat 1 selama beberapa minggu.

Ini alamat gereja mereka : Kota Kasablanka, Lantai 3, Jalan Casablanca Kav. 88, Menteng Dalam, Tebet, Rt.16 Rw. 5, Menteng Dalam, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12960 Tlp : (021) 29865777


Postingan Terkait