Tampilkan postingan dengan label Kitab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kitab. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 April 2018

,
Kitab ini melanjutkan kisah tentang kerajaan Israel dan Yehuda beberapa saat sebelum kematian Elia, dan diteruskan sampai Israel dihancurkan dan Yehuda dibuang ke Babel. Diceritakannya kembali kisah Elia dalam 2 Raja-Raja mengingatkan kita bahwa kitab ini merupakan bagian kedua dari satu kitab Raja-Raja yang utuh.

Tidak ada alasan yang jelas mengenai pembagian kitab menjadi 1 dan 2 Raja-Raja, tetapi oleh karena panjang kedua kitab hampir sama, kemungkinan hal itu dilakukan untuk mempermudah penulisan dalam 2 gulungan.
Kitab 2 Raja-Raja terdiri dari 25 Pasal, 719 Ayat.

Kitab ini terdiri dari dua bagian:
1.    Kisah sejarah dari kedua kerajaan itu mulai pertengahan abad ke-9 SM sampai jatuhnya Samaria dan berakhirnya kerajaan utara pada tahun 721 SM.
2.    Kisah sejarah kerajaan Yehuda mulai dari jatuhnya kerajaan Israel sampai pengepungan dan penghancuran Yerusalem oleh Nebukadnezar raja Babel pada tahun 586 SM.

Kitab ini diakhiri dengan kisah tentang Gedalya, yang menjadi gubernur Yehuda di bawah kekuasaan bangsa Babel, dan dibebaskannya Yoyakhin raja Yehuda dari penjara di Babel. Hancurnya Yerusalem dan dibuangnya banyak orang Yehuda ke Babel merupakan salah satu titik balik yang besar dalam sejarah Israel.

Nabi yang menonjol dalam kitab 2 Raja-Raja ialah Elisa, pengganti Nabi Elia. Kitab 2 Raja-Raja menggambarkan jatuhnya kerajaan yang terpecah itu. Para nabi berulang kali menghimbau bangsa Israel bahwa penghakiman Allah sudah ada di ambang pintu, tetapi mereka tetap saja tidak bertobat. Kerajaan Israel berulang kali dikuasai raja yang jahat, walaupun ada beberapa raja Yudea yang baik, sebagian besar dari mereka mengalihkan bangsa itu dari penyembahan kepada Allah. Beberapa pemimpin yang baik, bersama Elisa dan nabi lainnya, tidak dapat menghentikan kejatuhan bangsa mereka. Kerajaan Utara, Israel akhirnya dibinasakan oleh kerajaan Asyur. Kerajaan Selatan, Yudea dikalahkan oleh kerajaan Babel.

Postingan Terkait

Selasa, 10 April 2018

,
Kitab 1 Raja-Raja merupakan lanjutan dari kitab 1 Samuel dan 2 Samuel tentang sejarah pemerintahan raja Israel. Kitab ini terdiri dari 22 Pasal, 817 Ayat.

Sejarah yang dimuat dalam kitab ini dapat dibagi dalam tiga bagian:
1.    Wafatnya Raja Daud dan pengangkatan Salomo menjadi raja atas Israel dan Yudea menggantikan Daud.
2.    Pemerintahan Salomo dan hasil-hasil usahanya, khususnya dalam membangun Bait Allah di Yerusalem.
3.    Bangsa Israel terpecah menjadi kerajaan utara dan kerajaan selatan, dan sejarah raja-raja yang memerintah kedua kerajaan tersebut sampai pertengahan abad ke-9 SM.

Di dalam kedua kitab Raja-Raja, setiap raja dinilai berdasarkan kesetiaannya kepada Tuhan, dan keberhasilan bangsa adalah akibat dari kesetiaan tersebut. Sebaliknya penyembahan berhala dan ketidaktaatan mengakibatkan bencana. Yang penting dalam 1 Raja-raja ialah nabi-nabi Tuhan. Mereka adalah juru bicara Allah yang berani-berani. Mereka memperingatkan raja dan bangsa Israel supaya tidak menyembah berhala dan tidak meremehkan perintah-perintah Allah.

Kitab 1 Raja-Raja dimulai dengan kisah Salomo dan diakhiri dengan kisah nabi Elia. Salomo dilahirkan setelah skandal perzinahan antara Daud dan Batsyeba. Seperti ayahnya, ia juga lemah terhadap kaum Hawa yang berujung pada kejatuhannya. Ia menikahi banyak perempuan dari bangsa asing sehingga Salomo ikut-ikutan menyembah berhala dan menjauhkan dirinya dari Allah. Pada mulanya Salomo itu baik, dimana ia berdoa untuk hikmat dan membangun Bait Allah selama 7 tahun. Kemudian ia membangun istana bagi dirinya selama 13 tahun.

Setelah kematian Salomo, Israel dipimpin oleh raja-raja yang sebagian besar dari mereka itu jahat dan menyembah berhala. Ini menjauhkan bangsa Israel dari Allah. Raja yang paling jahat adalah raja Ahab dan ratu Izebel, yang mempopulerkan penyembahan para Baal di Israel. Elia berupaya membawa Israel kembali menyembah Allah, sampai menentang para imam Baal untuk membuktikan kekuatan mereka di gunung Karmel, tentu saja Allah yang menang. Ini membuat Ratu Izebel marah besar. Ia memerintahkan supaya Elia dibunuh, dan Elia pun melarikan diri dan bersembunyi di padang belantara. Dengan tertekan dan letih, ia berkata, "Biarkan aku mati." Akan tetapi Allah mengirimkan makanan dan dukungan bagi Elia dan berbisik kepadanya dalam "bunyi suara". Allah menyelamatkan kehidupannya.

Sebagai penutup
Pengalaman Elia di padang belantara juga memberi kita sebuah pelajaran yang penting. Setelah kemenangan yang luar biasa melawan nabi Baal di Gunung Karmel, sukacitanya menjadi kesedihan ketika ia sedang dikejar-kejar Izebel dan harus melarikan diri. Kemenangan dan sukacita seringkali diikuti oleh kekecewaan. Akan tetapi, Allah kita itu setia dan tidak pernah meninggalkan kita. Bunyi suara yang menguatkan Elia juga akan menguatkan kita.

Postingan Terkait

Selasa, 03 April 2018

,
Kitab 2 Samuel adalah sambungan dari Kitab 1 Samuel. Kitab ini terdiri dari 24 pasal dan 695 ayat.

Kitab ini memuat sejarah pemerintahan Raja Daud, mula-mula atas Yudea, kerajaan selatan (pasal 1-4), kemudian atas seluruh negeri, termasuk Israel di sebelah utara (pasal 5-24). Dalam kitab ini diceritakan dengan jelas dan menarik bagaimana Daud berusaha memperluas dan mengukuhkan kedudukannya.

Daud digambarkan sebagai orang yang sangat beriman, taat dan setia kepada Allah, juga sebagai orang yang mampu memperoleh kesetiaan rakyatnya. Tetapi ia digambarkan juga sebagai orang yang dapat bertindak kejam, dan yang tidak segan melakukan dosa-dosa besar semata-mata untuk memenuhi keinginannya. Kemudian Daud terjatuh dalam dosa. Ia berzinah dengan seorang wanita cantik bernama Batsyeba, berzinah dengannya, dan mengatur pembunuhan Uria suaminya (pasal 11). Namun ketika nabi Natan menegur dosa Daud, ia segera bertobat mengakui dosa-dosanya itu, dan dengan rela menerima hukuman dari Allah.

Setelah dosa yang dilakukan oleh Daud, maka kehancuran melanda keluarganya (pasal 12-17) dan seluruh bangsa itu (pasal 18-20) berkat yang demikian besar diubah menjadi hukuman. Sekalipun Daud dengan sungguh-sungguh bertobat dan mengalami rahmat pengampunan Allah, tetapi akibat-akibat pelanggarannya itu terus berlanjut hingga akhir hidupnya. Sekalipun demikian, Allah tidak menolak Daud sebagai raja, sebagaimana Dia menolak Saul. Sesungguhnya, hati Daud yang merindukan Allah dan kebenciannya akan segala bentuk penyembahan berhala menjadikannya teladan dan tolak ukur bagi semua raja Israel yang kemudian. Hidup dan prestasi Daud sangat dikagumi oleh rakyat Israel. Di zaman-zaman kemudian, bilamana ada musibah, dan rakyat merindukan seorang raja, maka yang diinginkan ialah seorang "putra Daud". Artinya, seorang keturunan Daud yang akan bertindak seperti dia.

Setiap orang dapat jatuh. Bahkan seseorang seperti Daud, yang benar-benar ingin mengikuti Allah dan diberkati berlimpah olehNya, masih rentan jatuh ke dalam godaan. Dosa Daud dengan Batsyeba seharusnya menjadi himbauan bagi kita untuk menjaga hati, mata, dan pikiran kita. Dosa pasti membawa akibat. Setelah ia diampuni, Daud harus menuai apa yang ia tabur. Lebih-lebih, ia harus menderita kesengsaraan atas putusnya hubungan yang intim dengan Allah.

Sebagai penutup.....
Allah selalu bermurah hati memberi pengampunan, bahkan untuk dosa yang paling buruk, ketika kita sungguh-sungguh bertobat.

Postingan Terkait

Selasa, 27 Maret 2018

,
Kitab samuel merupakan bagian dari pada "Kitab Raja-Raja". Akan tetapi karena keputusan dalam penyusunan kata-kata, kitab ini kemudian hari dibagi menjadi dua:
1.   Kitab Samuel
(memuat 1 Samuel dan 2 Samuel)
2.   Kitab Raja-raja
(memuat 1 Raja-Raja dan 2 Raja-Raja)

Selanjutnya, sampai sekarang dibagi menjadi empat:
1.   1 Samuel
2.   2 Samuel
3.   1 Raja-Raja
4.   2 Raja-Raja

Kitab 1 Samuel terdiri dari :
31 Pasal, 811 ayat

Kitab 1 Samuel dan 2 Samuel, merupakan bagian sejarah Israel kuno yang termasuk kedalam kumpulan "Kitab Nabi-nabi" dalam Alkitab Perjanjian Lama. Kitab 1 Samuel berisi sejarah Israel dalam masa peralihan dari zaman Hakim-Hakim kepada zaman Raja-Raja.

Perubahan dalam kehidupan nasional di Israel itu khususnya berkisar pada tiga orang : Nabi Samuel, Raja Saul, dan Raja Daud. Pengalaman-pengalaman Daud pada masa mudanya sebelum ia menjabat raja, terjalin erat dengan kisah Samuel dan Saul. 

Kitab ini dimulai dengan kelahiran nabi Samuel dan panggilan Allah kepadanya ketika masih kecil. Kisah Tabut Perjanjian kemudian memuat sejarah penindasan orang Israel oleh orang Filistin, yang menyebabkan Samuel mengurapi Saul sebagai raja pertama kerajaan Israel. Namun, Saul terbukti tidak layak sebagai raja dan Allah beralih memilih Daud, yang mengalahkan musuh-musuh Israel, serta akhirnya membawa Tabut Perjanjian ke Yerusalem dalam kitab 2 Samuel, dimana Allah kemudian menjanjikan Daud dan penerusnya suatu dinasti yang tidak berkesudahan.

Isi 1 Samuel berfokus pada 3 pemimpin penting nasional : Samuel Saul, dan Daud
1.      Samuel adalah hakim terakhir dan yang pertama memegang jabatan nabi (sekalipun dia bukan nabi yang pertama, bd. Ul 34:10; Hak 4:4).
2.      Saul menjadi raja pertama Israel karena bangsa itu menuntut seorang raja "seperti pada segala bangsa-bangsa lain" (1 Sam 8:5,20).
3.      Daud pilihan berikutnya untuk mewakili Allah sebagai raja, diurapi oleh Samuel (1 Sam 16:1-23).

Amanat Kitab 1 Samuel, sama seperti kisah-kisah lainnya dalam perjanjian lama, bahwa orang akan berhasil kalau setia kepada Allah. Hal itu dinyatakan dengan jelas dalam (1 Samuel 2:30) ketika Tuhan berkata kepada Imam Eli, "Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku akan dipandang rendah."

Postingan Terkait

Jumat, 23 Maret 2018

,
Merupakan sebuah kitab di dalam Alkitab yang menceritakan tentang kisah Rut.

Kitab Rut terdiri dari 4 Pasal dan 85 Ayat

Rut, adalah seorang perempuan Moab yang menikah dengan Mahlon, salah seorang putra Naomi dan Elimelekh. Suaminya kemudian meninggal karena bencana kelaparan. Rut pada akhirnya menjadi istri Boas dan memperanakkan Obed, kakek Raja Daud dari Israel serta menjadi inti cerita Kitab ini.

Kitab Rut digambarkan sebagai kitab tentang kesetiaan manusia. Kitab ini menunjuk pada masa Hakim-hakim dan memberikan gambaran mengenai kehidupan sehari-hari bangsa Israel pada waktu itu.

Pada dasarnya kitab Rut merupakan kisah persahabatan Rut dengan ibu mertuanya, Naomi. Kitab ini mempunyai daya tarik tersendiri, sebab mengingatkan kita bahwa Raja Daud adalah seorang keturunan Rut dan suaminya, Boas. Lebih dari itu, dilihat dari sudut kemanusiaan, Yesus dapat menelusuri nenek moyangnya melalui Rut (Mat 1:5).

Dengan demikian kitab ini menceritakan kepada kita bahwa keluarga penebus, yang darinya seribu tahun kemudian dilahirkan Sang Penebus, mempunyai seorang anggota keluarga yang bukan Yahudi.

Allah memperhatikan segala segi kehidupan sehari-hari masing-masing umat-Nya. Ini terlihat dalam campur tangan Allah dalam hubungan antar manusia:
1. Dalam kesetiaan Rut kepada Naomi dalam dukacitanya Rut 1:1-22
Ketika Elimelekh, suami Naomi, meninggal, menantu-menantu perempuannya mendukung dia. Dan Rut akhirnya kembali ke Betlehem bersama Naomi, karena ia tidak ingin melihat ibu mertuanya merana di hari tuanya.

2. Dalam pertemuan Rut dengan Boas yang pertama kali Rut 2:1-23
Kebaikan Boas kepada Rut melebihi apa yang lazim terjadi. Menantu dan mertua bersukacita bersama di dalam kebaikan Allah.

3. Dalam tindakan Boas terhadap Rut Rut 3:1-18
Sekali lagi kita melihat kebaikan Allah dalam hal ini. Sebenarnya Boas bukanlah sanak keluarga Elimelekh yang terdekat, namun ia berbaik hati kepada Rut dan bersedia menjadi "sanak penebus"nya.

4. Dalam hubungan perkawinan Rut 4:1-22
Boas menikahi Rut dan ia memberi Naomi seorang cucu laki-laki yang akan menjadi kakek Raja Daud, cikal bakal keturunan kerajaan Israel.

Kitab ini mengajarkan bahwa kasih yang tulus kadang-kadang memerlukan pengorbanan yang ikhlas pula. Tanpa mempedulikan keuntungan kita dalam kehidupan ini, kita dapat hidup sesuai dengan perintah Allah. 

Kasih yang tulus dan kebaikan akan mendapat balasan. Allah melimpahkan berkat kepada mereka yang ingin hidup taat.

Postingan Terkait

Kamis, 22 Maret 2018

,
Kitab Hakim-hakim adalah kitab ketujuh dalam perjanjian lama.

Hakim-hakim merupakan kitab yang penting karena memberikan gambaran mengenai hubungan antara Yosua, yang memimpin bangsa Israel masuk ke Kanaan, dengan Saul, Daud dan raja-raja Israel lainnya.

Selama masa hakim-hakim, Israel lambat laun belajar untuk menjadi suatu bangsa dan bukan lagi sebagai dua belas suku yang berdiri sendiri-sendiri.

Hakim-hakim dalam bahasa Ibrani disebut Sopetim dan dalam bahasa Yunani disebut Kritai.

Istilah ini dipakai di dalam Septuaginta.

Septuaginta (kata Latin yang berarti "tujuh puluh") adalah sebuah terjemahan Alkitab Ibrani dan beberapa teks terkait ke dalam bahasa Yunani Koine. Sebagai terjemahan Yunani yang utama dari Perjanjian lama, maka Septuaginta disebut juga Perjanjian Lama Yunani

Di dalam bahasa Latin kitab ini disebut Judicum

Istilah ini diberikan kepada pemimpin Israel selama periode Yosua dan Samuel.

Kitab Hakim-Hakim terdiri dari
21 pasal dan 618 ayat

Kitab Hakim-hakim ditulis meliputi satu periode yang panjang. Periode itu dimulai dari kematian Yosua dan berakhir sebelum tampilnya Samuel dan penobatan Saul sebagai raja.

Kitab Hakim-hakim ini ditulis untuk menunjukkan akibat dari ketidaktaatan kepada Allah.

Menurut Kitab ini, seorang raja atau pemimpin yang benar akan membawa rakyatnya kepada Allah.

Pada Kitab ini, bangsa Israel mulai tidak taat kepada Allah dan terus hingga lebih parah. Hal itu terlihat dari praktik keagamaan yang mereka lakukan semakin sesat dan menjauh dari Allah.

Pengertian Hakim-hakim tidak sama dengan pengertian hakim pada masa sekarang. Hakim-hakim yang dimaksud adalah pemimpin-pemimpin utama Israel dan pelepas bangsa dari ancaman dan tekanan asing. (Hak. 2:16)

Ketidaktaatan selalu membawa penghakiman. Bangsa Israel merupakan contoh yang sempurna mengenai hal itu. Bukannya belajar dari pengalaman bahwa Allah selalu menghukum pembangkangan yang melawanNya, bangsa Israel tetap saja terus melanggar dan harus menanggung hukuman dan disiplin Allah sebagai konsekuensinya.

Postingan Terkait

,
Kitab Yosua adalah kitab keenam dalam perjanjian lama.

Nama Yosua diambil dari bahasa Ibrani: Yehoshua, yang artinya adalah “dengan pertolongan Tuhan".

Penulis kitab ini adalah Yosua bin Nun, abdi Musa.

Ditulis pada abad ke-14 SM

Kitab Yosua terdiri dari :
24 Pasal, 658 Ayat

Kitab ini merupakan kitab pertama dari Kitab Nabi-nabi yang Terdahulu, yang berisi kisah bangsa Israel ketika mereka merebut negeri Kanaan di bawah pimpinan Yosua bin Nun. Dialah yang menggantikan Musa memimpin umat Israel.

Kitab Yosua mengisahkan bagaimana Allah memberikan kepada Israel "negeri yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah untuk diberikan kepada nenek moyang mereka" (Yos 21:43).

Peristiwa-peristiwa penting yang dikisahkan di dalam buku ini ialah antara lain: penyeberangan Sungai Yordan, jatuhnya Yerikho, pertempuran di Ai, dan pengukuhan kembali perjanjian antara Tuhan dengan umat-Nya.

Pembagian kitab ini berdasarkan dua puluh empat pasalnya dapat dirangkum sebagai berikut:

Pasal 1-12
Memasuki dan menaklukkan Tanah Perjanjian.

Pasal 13-22
Instruksi dalam pembagian Tanah Perjanjian.

Pasal 23-24
Ucapan perpisahan Yosua.

Ini salah satu petikan terkenal dari Kitab ini :
“Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; ... Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”
—Yosua 24:15

Postingan Terkait

,
Terdiri dari 34 pasal 959 ayat

Kitab ini berisi amanat perpisahan Musa yang dalamnya ia mengulas kembali dan memperbaharui perjanjian Allah dengan Israel demi angkatan Israel yang baru. Mereka kini sudah mencapai akhir dari pengembaraan di padang gurun dan siap masuk ke Kanaan.

Berbeda dengan kitab Bilangan yang mencatat pengembaraan bangsa Israel yang suka memberontak selama 40 tahun, kitab Ulangan meliputi masa yang pendek sekitar satu bulan pada satu tempat di dataran Moab sebelah timur Yerikho dan Sungai Yordan.

Tujuan kitab Ulangan
Sebelum menyerahkan kepemimpinan kepada Yosua untuk penaklukan Kanaan, maksud Musa mula-mula ialah untuk menasihati dan mengarahkan angkatan Israel yang baru tentang :

(1) perbuatan-perbuatan perkasa dan janji-janji Allah,

(2) kewajiban mereka bertalian dengan perjanjian untuk beriman dan taat,

(3) perlunya mereka menyerahkan diri untuk takut kepada Tuhan, hidup di dalam kehendak-Nya, serta mengasihi dan menghormati Dia dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan mereka.

Dengan segala kesungguhan yang dimilikinya, Musa mengulas kembali dan memperbaharui perjanjian Allah dengan Israel terutama melalui tiga amanat yang bersemangat.

(1) Amanat Musa yang pertama membahas kembali sejarah dan kegagalan Israel sejak Gunung Sinai serta menantang angkatan yang baru itu untuk takut akan Allah dan taat kepada-Nya (Ul 1:6--4:43).

(2) Amanat Musa yang kedua mengulas dan menerapkan banyak hukum perjanjian berhubungan dengan soal-soal seperti melaksanakan Sabat, penyembahan, kaum miskin, hari raya tahunan, warisan, hak milik atas harta benda, kebejatan seks, perlakuan hamba-hamba, dan pelaksanaan kehakiman (Ul 4:44--26:19).

(3) Amanat Musa yang ketiga bernubuat tentang berkat dan kutukan yang akan menimpa Israel sesuai dengan ketaatan atau ketidaktaatan mereka (Ul 27:1--30:20).

Empat ciri khas menandai Ulangan.

(1) Ulangan menyediakan bagi angkatan Israel yang baru landasan dan motivasi yang diperlukan untuk mewarisi tanah yang dijanjikan dengan memusatkan perhatian kepada tabiat Allah dan perjanjian-Nya dengan Israel.

(2) Ulangan merupakan "Kitab Hukum Kedua" karena di dalamnya Musa, pemimpin Israel yang berusia 120 tahun, menyatakan kembali dan merangkum sabda Tuhan yang terdapat di dalam keempat kitab sebelumnya.

(3) Ulangan menasihati Israel untuk mempertahankan dan menaati kebenaran yang sudah dinyatakan Allah sebelumnya dalam Firman-Nya yang mutlak dan tidak berubah.

(4) Dasar pikiran yang penting dalam kitab ini adalah rumusan "iman-tambah-ketaatan." Israel dipanggil untuk mempercayai Allah dengan segenap jiwa raga dan menaati perintah-perintah-Nya dengan tekun. Iman-tambah-ketaatan akan memungkinkan mereka mewarisi janji-janji berkat Allah yang penuh.

Penggenapan Dalam Perjanjian Baru:

Ketika Yesus dicobai oleh Iblis, Ia menanggapinya dengan mengutip ayat-ayat dari Ulangan (Mat 4:4,7,10 mengutip Ul 8:3; Ul 6:16; Ul 6:13).

Ketika Yesus ditanya tentang hukum mana yang paling besar, Ia menjawab dari Ulangan (Mat 22:37; mengutip Ul 6:5).

Penulisnya Musa
Ditulis sekitar tahun 1405 SM
Tema pembaharuan perjanjian

Postingan Terkait

,
Kitab ini memiliki 36 pasal 1.288 ayat.

Dalam bahasa Ibrani, kitab ini disebut be-midbar, yang artinya adalah “di padang gurun", kata-kata pertamanya dalam kitab ini. Sedangkan kata bilanga adalah terjemahan dari septuaginta, numeri, tentang cacah jiwa bangsa Yahudi.

Kitab ini menceritakan pengalaman bangsa Israel selama empat puluh tahun sebelum mereka memasuki Tanah Perjanjian. Dalam banyak hal Bilangan menjadi bacaan yang menyedihkan, oleh karena banyak dari penderitaan bangsa Israel adalah akibat langsung dari ketidak setiaan dan ketidak taatan. Orang boleh mengatakan bahwa Bilangan merupakan catatan mengenai kegagalan manusia terhadap kesetiaan ilahi.

Garis Besar

ORGANISASI BANGSA ISRAEL
Bil 1:1-10:36

PENGALAMAN DALAM PERJALANAN
Bil 11:1-25:18

PENANTIAN MASUK KE TANAH PERJANJIAN
Bil 26:1-33:49

PERSIAPAN UNTUK MEMASUKI KANAAN
Bil 33:50-36:13

Tema-tema Kunci

1. Pemeliharaan Allah
Bagaimana Allah memenuhi kebutuhan umatNya
Lihat Bil 27:12-23; 35:1-5; 35:6-28.

2. Ketidaksenangan Allah
Salah satu aspek yang menyedihkan dalam Bilangan ini kenyataan bahwa Allah sering kali murka kepada umatNya
Lihat Bil 11:1-3; 11:33; 12:1-16; 14:20-23; 14:36-38; 16:31-35; 25:1-3

3. Keteraturan Allah
Allah adalah Allah yang teratur dan tertib.
Lihat Bil 1; 2; 3; 4; 26; 32
Mengenai penjumlahan umat-Nya, pengaturan perkemahan suku-suku. Lihat Bil 7:1-19:14; Lihat Bil 15; 18; 19; 28; 29 mengenai tata-cara ibadah.

4. Pimpinan Allah
Patut dicatat bahwa, kendatipun terjadi pembangkangan yang terus menerus, Allah masih memimpin umatNya dalam pengembaraan mereka dengan tiang awan dan tiang api.
Lihat Bil 9:15-23.

Pesan

1. Pengaturan yang baik
Bil 1:1-10:10
Menggambarkan situasi bangsa Israel di padang gurun Sinai, termasuk keterangan mengenai sensus, pemilihan imam-imam Lewi dan pentahbisan mereka, peraturan untuk orang nazir dan tata cara penyembahan di Kemah Suci. Penekanan utama ialah pada kekudusan dan kesetiaan Allah.

2. Keluh-kesah dan pemberontakan
Bil 10:11-20:29
Bagian dari kitab ini merupakan kisah sedih yang berisi keluhan yang terus menerus terhadap Allah dan mengenai hukuman yang kemudian dijatuhkan. Lagi-lagi ini merupakan peringatan bagi mereka yang kurang percaya.

3. Kegagalan dan kemenangan
Bil 21:1-36:13
Catatan yang menonjol ialah mengenai kemenangan yang diperoleh, walaupun masih ada kegagalan yang perlu dicatat. Kita melihat bahwa Yosua diangkat sebagai pengganti Musa, dan persiapan-persiapan yang dibuat untuk memasuki Tanah Perjanjian. Sementara terus ditekankan mengenai kekudusan Allah, kita juga belajar dari Bilangan bahwa Allah adalah Allah yang tertib.

Postingan Terkait

,
Kitab Imamat adalah bagian dari kitab Taurat.
Kitab Imamat memiliki 27 pasal dan 859 ayat.

Dalam beberapa bahasa di daratan Eropa, kitab ini disebut Leviticus, yang diambil dari bahasa Latin Liber Leviticus. Dalam bahasa Ibrani, kitab ketiga dari Taurat ini disebut wayiqra yang artinya adalah “Maka dipanggil-Nya/Ia memanggil” (Imamat 1:1).

Petikan yang paling terkenal dari buku ini ialah yang oleh Yesus disebut perintah utama yang kedua, “Cintailah sesamamu seperti kamu mencintai dirimu sendiri" (Imamat 19:18).

Judul "IMAMAT" diambil bukan dari Alkitab bahasa Ibrani, tetapi dr terjemahan Yunani dan Latin. Judul ini mungkin membuat orang berpikir bahwa kitab Imamat hanya membahas imam-imam Lewi, akan tetapi tidak demikian halnya krn sebagian besar kitab ini berkenaan dengan seluruh bangsa Israel.

Tokoh utama dalam kitab ini adalah Harun, seorang dari Suku Lewi.
Tugas keimaman yang dilukiskan dalam kitab ini terbatas pada putra-putranya. Kepada mereka diberikan tugas untuk melaksanakan pelayanan imam.

Tujuan kitab imamat ini ditulis yaitu utk mengajar bangsa israel dan para imam perantara mereka mengenai cara menghampiri Allah melalui darah pendamaian dan untuk menjelaskan standar kehidupan kudus yg ditetapkan Allah bagi umat pilihanNya.

Kitab ini berisi peraturan-peraturan untuk ibadat dan upacara-upacara agama bangsa Israel pada zaman dahulu. Juga untuk para imam (kaum Lewi) yang bertanggung jawab atas pelaksanaannya. Dicatat dalamnya bahwa Kitab ini secara khusus memuat "perintah-perintah yang diperintahkan TUHAN kepada Musa di gunung Sinai untuk disampaikan kepada orang Israel".

Yang menjadi pokok dalam buku ini ialah kesucian Tuhan, kudusan Tuhan, bagaimana manusia harus hidup dan beribadat (supaya tetap mempunyai hubungan baik dengan Allah)
Tema inti dari Kitab Imamat ini dapat diungkapkan melalui istilah kekudusan (qodesy) dan kudus (qadosy) (Imamat 19:2).

Postingan Terkait

Rabu, 21 Maret 2018

,
Adalah buku kedua yg disusun oleh Musa yg sering disebut Taurat ditulis sekitar antara tahun 1445 - 1405 SM.

Dalam bahasa Ibrani kitab ini disebut shemoth, Exodus penyebutan untuk beberapa bahasa Eropa diambil dari terjemahan bahasa latin Santo Hieronimus yg mengambil dari Septuaginta (Perjanjian Lama Yunani).

Amanat Kitab ini menguraikan apa yg dilakukan Tuhan waktu membebaskan umatNya, lalu membimbing mereka menjadi suatu bangsa yg mempunyai harapan bagi masa depan.

Secara garis besar Kitab Keluaran dibagi menjadi 3 bagian
1. Perbudakan di Mesir
2. Keberangkatan dibawah kepemimpinan Musa
3. Dedikasi mereka pada pelayanan Allah dalam kehidupan keagamaan serta kehidupan politik mereka.

Kitab Keluaran memiliki 40 Pasal, 1.213 Ayat dan 86 Perikop.

Menurut judul perikop LAI TB dibagi menjadi beberapa
¤ Riwayat Musa
(Kel 1:1 - Kel 6:26)
¤ Sepuluh Tulah
(Kel 6:27 - Kel 12:42)
¤ Keluar dari Mesir
(Kel 12:43 - Kel 18:27)
¤ Peraturan2
(Kel 19:1 - Kel 31:18)
¤ Pelaksanaan Peraturan2
(Kel 32:1 - Kel 40:38).

Sekedar info saja ada beberapa film yg dibuat berdasarkan kitab ini
1. The Ten Commandments (1956)
2. The Prince of Egypt (1998) Animasi
3. Exodus: Gods and Kings (2014)
4. Patterns of Evidence: Exodus (2014)

Postingan Terkait

,
Kitab Kejadian adalah kitab pertama dari Alkitab dan kitab Taurat Musa atau Tanakh

Dalam bahasa ibrani disebut Beresyit yg berarti 'pada mulanya'
Dalam bhs Inggris disebut Genesis. Diambil dari bahasa latin Santo Hieronimus yg mengambil dr Septuaginta

Sumber kitab ini dari
Teks Masoret (bahasa Ibrani, abad ke-10 M)
Septuaginta (bahasa Yunani ; abad ke-3 SM)
Naskah Laut Mati (bahasa Ibrani, abad ke-2 SM)

Teks Masoret digunakan secara luas sebagai dasar penerjemahan Perjanjian Lama dalam Alkitab Protestan (sejak tahun 1943) dan juga Alkitab Katolik, namun gereja2 ortodoks timur menggunakan Septuaginta

Oia kelewatan sekedar info saja yg diatas tadi kitab taurat adalah lima kitab pertama dari Perjanjian Lama yaitu Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan

Berdasarkan isinya, kitab ini terbagi dalam dua bagian yaitu:
1. bagian pertama: Kejadian 1:1-11:26 menceritakan sejarah zaman permulaan; awal mula dari dunia, manusia dan dosa dan juga merupakan pengantar kepada sejarah keselamatan.

2. bagian kedua: Kejadian 11:27-50:26 memuat sejarah bapa leluhur bangsa Israel ; pemilihan Allah terhadap bapa leluhur, yaitu Abraham, Allah memanggil satu umat yang menjadi pilihan-Nya dan Ia berjanji atas tanah dan keturunan ini.

Jadi jangan kaget kalo kalo ada orang bilang kitab kejadian 1 atau kitab kejadian 2

Kitab Kejadian ada 50 pasal 1533 ayat dan 80 perikop

Jadi bisa disimpulkan bahwa Kitab Kejadian adalah kitab 'Riwayat'.
Kalo mau tau riwayat alam semesta, Nuh, Abraham, Ishak, Yusuf dan semua keturunannya silakan buka Kitab Kejadian

Ayat2 paling populer dari Kitab ini adalah
Kej 1:1
Kej 1:26-27
Kej 1:31
Kej 2:2
Kej 3:15
Kej 12:3
Kej 49:10
Silakan dibuka alkitab kita, pastikan saya tidak meleset

Postingan Terkait