Tampilkan postingan dengan label Kitab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kitab. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 April 2018

,
Kitab ini melanjutkan kisah tentang kerajaan Israel dan Yehuda beberapa saat sebelum kematian Elia, dan diteruskan sampai Israel dihancurkan dan Yehuda dibuang ke Babel. Diceritakannya kembali kisah Elia dalam 2 Raja-Raja mengingatkan kita bahwa kitab ini merupakan bagian kedua dari satu kitab Raja-Raja yang utuh.

Tidak ada alasan yang jelas mengenai pembagian kitab menjadi 1 dan 2 Raja-Raja, tetapi oleh karena panjang kedua kitab hampir sama, kemungkinan hal itu dilakukan untuk mempermudah penulisan dalam 2 gulungan.
Kitab 2 Raja-Raja terdiri dari 25 Pasal, 719 Ayat.

Kitab ini terdiri dari dua bagian:
1.    Kisah sejarah dari kedua kerajaan itu mulai pertengahan abad ke-9 SM sampai jatuhnya Samaria dan berakhirnya kerajaan utara pada tahun 721 SM.
2.    Kisah sejarah kerajaan Yehuda mulai dari jatuhnya kerajaan Israel sampai pengepungan dan penghancuran Yerusalem oleh Nebukadnezar raja Babel pada tahun 586 SM.

Kitab ini diakhiri dengan kisah tentang Gedalya, yang menjadi gubernur Yehuda di bawah kekuasaan bangsa Babel, dan dibebaskannya Yoyakhin raja Yehuda dari penjara di Babel. Hancurnya Yerusalem dan dibuangnya banyak orang Yehuda ke Babel merupakan salah satu titik balik yang besar dalam sejarah Israel.

Nabi yang menonjol dalam kitab 2 Raja-Raja ialah Elisa, pengganti Nabi Elia. Kitab 2 Raja-Raja menggambarkan jatuhnya kerajaan yang terpecah itu. Para nabi berulang kali menghimbau bangsa Israel bahwa penghakiman Allah sudah ada di ambang pintu, tetapi mereka tetap saja tidak bertobat. Kerajaan Israel berulang kali dikuasai raja yang jahat, walaupun ada beberapa raja Yudea yang baik, sebagian besar dari mereka mengalihkan bangsa itu dari penyembahan kepada Allah. Beberapa pemimpin yang baik, bersama Elisa dan nabi lainnya, tidak dapat menghentikan kejatuhan bangsa mereka. Kerajaan Utara, Israel akhirnya dibinasakan oleh kerajaan Asyur. Kerajaan Selatan, Yudea dikalahkan oleh kerajaan Babel.

Postingan Terkait

Selasa, 10 April 2018

,
Kitab 1 Raja-Raja merupakan lanjutan dari kitab 1 Samuel dan 2 Samuel tentang sejarah pemerintahan raja Israel. Kitab ini terdiri dari 22 Pasal, 817 Ayat.

Sejarah yang dimuat dalam kitab ini dapat dibagi dalam tiga bagian:
1.    Wafatnya Raja Daud dan pengangkatan Salomo menjadi raja atas Israel dan Yudea menggantikan Daud.
2.    Pemerintahan Salomo dan hasil-hasil usahanya, khususnya dalam membangun Bait Allah di Yerusalem.
3.    Bangsa Israel terpecah menjadi kerajaan utara dan kerajaan selatan, dan sejarah raja-raja yang memerintah kedua kerajaan tersebut sampai pertengahan abad ke-9 SM.

Di dalam kedua kitab Raja-Raja, setiap raja dinilai berdasarkan kesetiaannya kepada Tuhan, dan keberhasilan bangsa adalah akibat dari kesetiaan tersebut. Sebaliknya penyembahan berhala dan ketidaktaatan mengakibatkan bencana. Yang penting dalam 1 Raja-raja ialah nabi-nabi Tuhan. Mereka adalah juru bicara Allah yang berani-berani. Mereka memperingatkan raja dan bangsa Israel supaya tidak menyembah berhala dan tidak meremehkan perintah-perintah Allah.

Kitab 1 Raja-Raja dimulai dengan kisah Salomo dan diakhiri dengan kisah nabi Elia. Salomo dilahirkan setelah skandal perzinahan antara Daud dan Batsyeba. Seperti ayahnya, ia juga lemah terhadap kaum Hawa yang berujung pada kejatuhannya. Ia menikahi banyak perempuan dari bangsa asing sehingga Salomo ikut-ikutan menyembah berhala dan menjauhkan dirinya dari Allah. Pada mulanya Salomo itu baik, dimana ia berdoa untuk hikmat dan membangun Bait Allah selama 7 tahun. Kemudian ia membangun istana bagi dirinya selama 13 tahun.

Setelah kematian Salomo, Israel dipimpin oleh raja-raja yang sebagian besar dari mereka itu jahat dan menyembah berhala. Ini menjauhkan bangsa Israel dari Allah. Raja yang paling jahat adalah raja Ahab dan ratu Izebel, yang mempopulerkan penyembahan para Baal di Israel. Elia berupaya membawa Israel kembali menyembah Allah, sampai menentang para imam Baal untuk membuktikan kekuatan mereka di gunung Karmel, tentu saja Allah yang menang. Ini membuat Ratu Izebel marah besar. Ia memerintahkan supaya Elia dibunuh, dan Elia pun melarikan diri dan bersembunyi di padang belantara. Dengan tertekan dan letih, ia berkata, "Biarkan aku mati." Akan tetapi Allah mengirimkan makanan dan dukungan bagi Elia dan berbisik kepadanya dalam "bunyi suara". Allah menyelamatkan kehidupannya.

Sebagai penutup
Pengalaman Elia di padang belantara juga memberi kita sebuah pelajaran yang penting. Setelah kemenangan yang luar biasa melawan nabi Baal di Gunung Karmel, sukacitanya menjadi kesedihan ketika ia sedang dikejar-kejar Izebel dan harus melarikan diri. Kemenangan dan sukacita seringkali diikuti oleh kekecewaan. Akan tetapi, Allah kita itu setia dan tidak pernah meninggalkan kita. Bunyi suara yang menguatkan Elia juga akan menguatkan kita.

Postingan Terkait

Selasa, 03 April 2018

,
Kitab 2 Samuel adalah sambungan dari Kitab 1 Samuel. Kitab ini terdiri dari 24 pasal dan 695 ayat.

Kitab ini memuat sejarah pemerintahan Raja Daud, mula-mula atas Yudea, kerajaan selatan (pasal 1-4), kemudian atas seluruh negeri, termasuk Israel di sebelah utara (pasal 5-24). Dalam kitab ini diceritakan dengan jelas dan menarik bagaimana Daud berusaha memperluas dan mengukuhkan kedudukannya.

Daud digambarkan sebagai orang yang sangat beriman, taat dan setia kepada Allah, juga sebagai orang yang mampu memperoleh kesetiaan rakyatnya. Tetapi ia digambarkan juga sebagai orang yang dapat bertindak kejam, dan yang tidak segan melakukan dosa-dosa besar semata-mata untuk memenuhi keinginannya. Kemudian Daud terjatuh dalam dosa. Ia berzinah dengan seorang wanita cantik bernama Batsyeba, berzinah dengannya, dan mengatur pembunuhan Uria suaminya (pasal 11). Namun ketika nabi Natan menegur dosa Daud, ia segera bertobat mengakui dosa-dosanya itu, dan dengan rela menerima hukuman dari Allah.

Setelah dosa yang dilakukan oleh Daud, maka kehancuran melanda keluarganya (pasal 12-17) dan seluruh bangsa itu (pasal 18-20) berkat yang demikian besar diubah menjadi hukuman. Sekalipun Daud dengan sungguh-sungguh bertobat dan mengalami rahmat pengampunan Allah, tetapi akibat-akibat pelanggarannya itu terus berlanjut hingga akhir hidupnya. Sekalipun demikian, Allah tidak menolak Daud sebagai raja, sebagaimana Dia menolak Saul. Sesungguhnya, hati Daud yang merindukan Allah dan kebenciannya akan segala bentuk penyembahan berhala menjadikannya teladan dan tolak ukur bagi semua raja Israel yang kemudian. Hidup dan prestasi Daud sangat dikagumi oleh rakyat Israel. Di zaman-zaman kemudian, bilamana ada musibah, dan rakyat merindukan seorang raja, maka yang diinginkan ialah seorang "putra Daud". Artinya, seorang keturunan Daud yang akan bertindak seperti dia.

Setiap orang dapat jatuh. Bahkan seseorang seperti Daud, yang benar-benar ingin mengikuti Allah dan diberkati berlimpah olehNya, masih rentan jatuh ke dalam godaan. Dosa Daud dengan Batsyeba seharusnya menjadi himbauan bagi kita untuk menjaga hati, mata, dan pikiran kita. Dosa pasti membawa akibat. Setelah ia diampuni, Daud harus menuai apa yang ia tabur. Lebih-lebih, ia harus menderita kesengsaraan atas putusnya hubungan yang intim dengan Allah.

Sebagai penutup.....
Allah selalu bermurah hati memberi pengampunan, bahkan untuk dosa yang paling buruk, ketika kita sungguh-sungguh bertobat.

Postingan Terkait

Selasa, 27 Maret 2018

,
Kitab samuel merupakan bagian dari pada "Kitab Raja-Raja". Akan tetapi karena keputusan dalam penyusunan kata-kata, kitab ini kemudian hari dibagi menjadi dua:
1.   Kitab Samuel
(memuat 1 Samuel dan 2 Samuel)
2.   Kitab Raja-raja
(memuat 1 Raja-Raja dan 2 Raja-Raja)

Selanjutnya, sampai sekarang dibagi menjadi empat:
1.   1 Samuel
2.   2 Samuel
3.   1 Raja-Raja
4.   2 Raja-Raja

Kitab 1 Samuel terdiri dari :
31 Pasal, 811 ayat

Kitab 1 Samuel dan 2 Samuel, merupakan bagian sejarah Israel kuno yang termasuk kedalam kumpulan "Kitab Nabi-nabi" dalam Alkitab Perjanjian Lama. Kitab 1 Samuel berisi sejarah Israel dalam masa peralihan dari zaman Hakim-Hakim kepada zaman Raja-Raja.

Perubahan dalam kehidupan nasional di Israel itu khususnya berkisar pada tiga orang : Nabi Samuel, Raja Saul, dan Raja Daud. Pengalaman-pengalaman Daud pada masa mudanya sebelum ia menjabat raja, terjalin erat dengan kisah Samuel dan Saul. 

Kitab ini dimulai dengan kelahiran nabi Samuel dan panggilan Allah kepadanya ketika masih kecil. Kisah Tabut Perjanjian kemudian memuat sejarah penindasan orang Israel oleh orang Filistin, yang menyebabkan Samuel mengurapi Saul sebagai raja pertama kerajaan Israel. Namun, Saul terbukti tidak layak sebagai raja dan Allah beralih memilih Daud, yang mengalahkan musuh-musuh Israel, serta akhirnya membawa Tabut Perjanjian ke Yerusalem dalam kitab 2 Samuel, dimana Allah kemudian menjanjikan Daud dan penerusnya suatu dinasti yang tidak berkesudahan.

Isi 1 Samuel berfokus pada 3 pemimpin penting nasional : Samuel Saul, dan Daud
1.      Samuel adalah hakim terakhir dan yang pertama memegang jabatan nabi (sekalipun dia bukan nabi yang pertama, bd. Ul 34:10; Hak 4:4).
2.      Saul menjadi raja pertama Israel karena bangsa itu menuntut seorang raja "seperti pada segala bangsa-bangsa lain" (1 Sam 8:5,20).
3.      Daud pilihan berikutnya untuk mewakili Allah sebagai raja, diurapi oleh Samuel (1 Sam 16:1-23).

Amanat Kitab 1 Samuel, sama seperti kisah-kisah lainnya dalam perjanjian lama, bahwa orang akan berhasil kalau setia kepada Allah. Hal itu dinyatakan dengan jelas dalam (1 Samuel 2:30) ketika Tuhan berkata kepada Imam Eli, "Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku akan dipandang rendah."

Postingan Terkait

Jumat, 23 Maret 2018

,
Merupakan sebuah kitab di dalam Alkitab yang menceritakan tentang kisah Rut.

Kitab Rut terdiri dari 4 Pasal dan 85 Ayat

Rut, adalah seorang perempuan Moab yang menikah dengan Mahlon, salah seorang putra Naomi dan Elimelekh. Suaminya kemudian meninggal karena bencana kelaparan. Rut pada akhirnya menjadi istri Boas dan memperanakkan Obed, kakek Raja Daud dari Israel serta menjadi inti cerita Kitab ini.

Kitab Rut digambarkan sebagai kitab tentang kesetiaan manusia. Kitab ini menunjuk pada masa Hakim-hakim dan memberikan gambaran mengenai kehidupan sehari-hari bangsa Israel pada waktu itu.

Pada dasarnya kitab Rut merupakan kisah persahabatan Rut dengan ibu mertuanya, Naomi. Kitab ini mempunyai daya tarik tersendiri, sebab mengingatkan kita bahwa Raja Daud adalah seorang keturunan Rut dan suaminya, Boas. Lebih dari itu, dilihat dari sudut kemanusiaan, Yesus dapat menelusuri nenek moyangnya melalui Rut (Mat 1:5).

Dengan demikian kitab ini menceritakan kepada kita bahwa keluarga penebus, yang darinya seribu tahun kemudian dilahirkan Sang Penebus, mempunyai seorang anggota keluarga yang bukan Yahudi.

Allah memperhatikan segala segi kehidupan sehari-hari masing-masing umat-Nya. Ini terlihat dalam campur tangan Allah dalam hubungan antar manusia:
1. Dalam kesetiaan Rut kepada Naomi dalam dukacitanya Rut 1:1-22
Ketika Elimelekh, suami Naomi, meninggal, menantu-menantu perempuannya mendukung dia. Dan Rut akhirnya kembali ke Betlehem bersama Naomi, karena ia tidak ingin melihat ibu mertuanya merana di hari tuanya.

2. Dalam pertemuan Rut dengan Boas yang pertama kali Rut 2:1-23
Kebaikan Boas kepada Rut melebihi apa yang lazim terjadi. Menantu dan mertua bersukacita bersama di dalam kebaikan Allah.

3. Dalam tindakan Boas terhadap Rut Rut 3:1-18
Sekali lagi kita melihat kebaikan Allah dalam hal ini. Sebenarnya Boas bukanlah sanak keluarga Elimelekh yang terdekat, namun ia berbaik hati kepada Rut dan bersedia menjadi "sanak penebus"nya.

4. Dalam hubungan perkawinan Rut 4:1-22
Boas menikahi Rut dan ia memberi Naomi seorang cucu laki-laki yang akan menjadi kakek Raja Daud, cikal bakal keturunan kerajaan Israel.

Kitab ini mengajarkan bahwa kasih yang tulus kadang-kadang memerlukan pengorbanan yang ikhlas pula. Tanpa mempedulikan keuntungan kita dalam kehidupan ini, kita dapat hidup sesuai dengan perintah Allah. 

Kasih yang tulus dan kebaikan akan mendapat balasan. Allah melimpahkan berkat kepada mereka yang ingin hidup taat.

Postingan Terkait